Pemdes Sarang Tiung Mengikuti Kegiatan Rapat Komisi Pemeriksaan Dan Penilaian Dokumen Amdal

  • Whatsapp

Kotabaru, infobanua.co.id – Pemdes Sarang Tiung mengikuti kegiatan rapat komisi pemeriksaan dan penilaian dokumen amdal yang di buka langsung oleh kepala dinas lingkungan hidup provinsi Kalimantan Selatan Endang Camsudin.

Kegiatan tersebut di buka dengan secara daring diruang gedung serba guna Desa Sarang tiung kecamatan Pulaulaut Sigam,jumat (11/6/2021).

RKL-RPL kegiatan pertambangan batubara oleh PT.Dua Samudra Perkasa yang berlokasi di tanjung pemancingan Desa Sarang tiung kecamatan Pulaulaut Sigam kabupaten kotabaru.

Dimana PT. Dua Samudera Perkasa merupakan pelaku usaha/kegiatan bidang pertambangan batu bara yang telah mendapatkan Izin usaha pertambangan (IUP) Eksplorasi dari kepala dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu provinsi kalimantan selatan.

Menurut kepala desa Sarang tiung M.Yohanes menyampaikan pada media ini, bahwa rencana perusahaan PT.Dua Samudra Perkasa akan membangun pelabuhan besar di atas perairan Pemancingan, dimana menurut kades Sarang tiung pelabuhan yang akan di bangun oleh PT. Dua Samudra Perkasa tersebut sebagai pelabuhan bongkar muat batubara.

Rapat pertemuan komisi secara daring di gedung serbaguna desa sarang tiung tersebut di hadiri beberapa tokoh masyarakat dan aparat kecamatan pulau laut sigam.

Yohanes menjelaskan,” berdasarkan kesimpulan hasil rapat komisi pertemuan tadi, ada beberapa hal yang diminta oleh kepala desa serta tokoh masyarakat.

“apabila nantinya dibangun pelabuhan di perairan tanjung pemancingan oleh PT. Dua Samudera Perkasa, warga masyarakat desa sarang tiung meminta dapat diperhatikan jangan sampai dampaknya nanti akan terlalu besar terhadap masyarakat. ungkapnya.

Kami berharap, nantinya apabila terjadi pembangunan pelabuhan batubara di perairan pemancingan ini, dari pihak PT. Dua Samudra Perkasa dapat memberikan tali asih terhadap masyarakat nelayan yang ada di Desa Sarang Tiung ini.

Dimana lanjut Yohanes, masaryarakat kami ini rata-rata usaha mereka adalah nelayan.

Tentu kata Yohanes sangat menggangu para nelayan kami.

Apabila pelabuhan di atas perairan pemancingan itu di bangun, pencemarannya akan berimbas pada masyarakat kami yang kesehariannya bekerja sebagai nelayan.

Dampak yang akan di timbulkan nantinya tentunya debu dan solar, dan ini bisa saja akan mematikan usaha masyarakat kami, ungkap Yohanes.

(JL).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *