RSUD DR Pringadi Tidak Profesional Dalam Penanganan Pasien Dan Diduga Memberikan Data Palsu

  • Whatsapp

Medan, infobanua.co.id – RSUD Pringadi Medan tidak profesional dalam penanganan Pasien terhadap Pasien Seorang Bayi yang ditangani, Selasa (03/06/2021) lalu.

Berdasarkan dari Sumber Video Bayi yang viral di Sosmed dikarenakan terpapar Covid-19, berdasarkan keterangan yang membenarkan bahwa pihak RSUD Pringadi Medan diduga tidak profesional dalam melakukan penanganan yang intensif yang mengakibatkan Pasien Bayi mungil bernama Khaisa akhirnya meninggal dunia, Kamis (10/06/2021).

Dari keterangan yang dihimpun dari sumber, bertemu langsung dengan Pihak Keluarga Bayi Khaisa, Jumat (11/06/2021), yang beralamat di Jalan Jangka, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, bernama Annisa, (30), Ibu Bayi Khaisa, mengatakan, “Anak Kami, Bayi Khaisa kami masukan ke RSUD Pirngadi disebabkan Gangguan Pencernaan.

Namun Dokter yang menangani Bayi kami Khasia di dalam Instalasi selama Dua Jam kami rasakan sepertinya tidak profesional, dan tidak serius menangani dengan benar di dalam Ruangan Intalasi Gawat Darurat (IGD) selama Dua Jam, dan pihak Manajemen RSU Pringadi langsung menyimpulkan bahwa kalau anak Kami Bayi Khaisa mereka dinyatakan telah terpapar Covid-19,” ujarnya.

Atas pernyataan Pihak RSUD Pringadi tersebut, Pihak Keluarga tidak terima dengan keputusan sepihak dari RSU Pirngadi Medan, bahwa Pasien Bayi Khasia dinyatakan terpapar Covid-19.

Kemudian Pihak Keluarga menghubungi Anggota DPRD Medan, memohon bantuan  kepada Wakil Ketua Fraksi Partai PKS, Rajudin Sagala. Agar memfasilitasi Keluarga Bayi kepada Pihak Satgas Gugus Tugas Covid-19 di RSUD Dr. Pringadi untuk periksa ulang hasil Rapid Test atas nama Pasien Bayi Khasia.

Dari hasil pemeriksaan ulang tersebut menyatakan kalau Bayi atas nama Pasien Bayi Khasia itu, Negatif atau Tidak Terpapar Covid-19.

“Karena Kami merasa terjadi Kesalahan Data dari Pihak RSUD Pringadi, lalu kami Pihak Keluarga Bayi mencoba meminta kepada Pihak Satgas Covid-19 di RSUD. DR Pringadi Medan untuk meminta Data Hasil Pemeriksaan yang menyatakan Bayi kami Terpapar Covid-19, namun Pihak Rumah Sakit, tidak bersedia memberikan data tersebut, dengan alasan jika tidak ada jaminan tertinggal seperti Kartu keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Sejumlah Uang, senilai Rp. 2.250,000 (Dua Juta Dua Ratus Lima Puluh Ribu),” sebutnya.

(William/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *