Kunci Sembuh dari Covid-19: Tenang dan Yakin Serta tak Panik

  • Whatsapp

Jumlah kasus positif corona terus bertambah. Tak dipungkiri, kini kasus positif corona pun semakin mendekati kita. Lalu bagaimana jika orang terdekat kita ternyata terinfeksi corona?

Beberapa langkah berikut mungkin bisa membantumu untuk menghadapi situasi ketika orang terdekat dinyatakan positif corona.

Jangan langsung panik apalagi histeris ketika hasil tes menunjukkan Anda reaktif atau positif virus corona. Tetaplah tenang dan kontrol diri dengan baik karena itulah salah satu kunci lebih cepatnya kesembuhan pasien COVID-19.

“Pasien positif COVID-19 yang pasrah, tenang, dan yakin, akan jauh lebih mudah penyembuhannya dibandingkan mereka yang gelisah apalagi panik atau histeris.

“Kalau gelisah terus, maka semakin tegang dan semakin banyak penyakit lainnya yang dimunculkan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Machli Riyadi.

Menurut pengalaman dan berdasarkan penelitian, pasien COVID-19 yang tenang, mampu mengontrol diri, juga makan, minum, serta beristirahat cukup dengan tidur di bawah jam 21.00 WIB, antibodinya akan mudah terbentuk dan mempercepat kesembuhan. “Jangan panik, membuat hormon berantakan, lambung iritasi, nadi hipertensi, psikis gelisah. Itu mengacaukan semuanya,” tandasnya.

Hal senada juga dikatakan Turyono, penyintas COVID-19 yang pernah dinyatakan positif sebagai Orang Tanpa Gejala (OTG). Imunitas seseorang, ungkapnya, akan lebih cepat menurun jika dihantui rasa ketakutan dan itu lebih membahayakan.

“Kita memang harus berhati-hati. Tapi yang berbahaya dari virus corona ini sesungguhnya roh ketakutan yang dihembuskan, sehingga orang yang terpapar imunitas tubuhnya jadi turun,” ucap rohaniawan dari Tegal, Jawa Tengah, yang kini telah sembuh dan menjadi relawan COVID-19 ini.

Setelah mengetahui dirinya OTG terpapar virus COVID-19, Turyono berusaha tetap tenang dan menenteramkan hati, semisal dengan berdoa atau bernyanyi. Ia juga rutin melakukan terapi dengan olahraga untuk meningkatkan imunitas tubuhnya hingga akhirnya sembuh.

Turyono mengakui bahwa ia sempat sedikit merasa cemas selama dirawat di rumah sakit sehingga mengalami susah tidur. Akibatnya, justru muncul penyakit lain, termasuk darah tinggi, lantaran kurang istirahat. Maka, kata Turyono, kunci kesembuhan pasien COVID-19 adalah ketentraman hati. “Kalau kita bersuka cita, bergembira, itu akan menjadi support. Makanya saya hanya istirahat, olahraga, bernyanyi, dan berdoa. Itu sebagai pengganti infus, semangat yang membuat saya kuat,” bebernya. Jangan lupa selalu #ingatpesanibu untuk menangkala COVID-19 dengan menerapkan 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, serta menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

Lima langkah berikut mungkin bisa membantumu untuk menghadapi situasi ketika orang terdekat dinyatakan positif corona.

  1. Persiapan matang

Sebelum anggota keluargamu atau kerabat di komunitasmu sakit, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat ( CDC), menyarankan untuk memeriksa keadaan orang-orang terdekatmu dan cari tahu apakah ada yang mereka butuhkan jika sakit.

Mengumpulkan daftar nomor kontak darurat juga akan sangat membantu. Nomor tersebut termasuk penyedia layanan kesehatan, dinas kesehatan setempat, rumah sakit setempat, dan layanan ambulans.

Menurut editor kepala dari buku terbitan American Academy of Pediatrics, “Caring for Your Baby and Young Child: Birth to Age 5 and The Wonder Years”, Dr. Tanya Altmann, orangtua juga harus menyiapkan struktur di mana anak-anak dan pengasuhnya -jika ada, memahami peran dan harapan mereka. “Banyak orangtua akan sakit. Jadi, apa rencana yang telah disiapkan? Bagaimana cara isolasi mereka dan siapa yang akan menggantikan peran mereka sebagai orangtua?” kata Altmann, seperti dilansir CNN.

“Kita perlu tahu apa yang harus dilakukan agar kita tidak panik dan kesusahan jika salah satu orangtua dinyatakan terinfeksi.” Jika perencanaan ini belum dibuat ketika seseorang dinyatakan positif, lakukan perencanaan segera atau minta bantuan orang terdekat lainnya untuk membantu.

Pastikan kamu selalu menerapkan standar kebersihan sebelum terjangkit Covid-19. Kebiasaan menerapkan standar kebersihan ini harus dilakukan secara otomatis dan rutin setiap hari untuk melindungi diri dari kuman, pilek dan flu.

Selain rajin mencuci tangan dengan sabun, menghindari menyentuh area wajah dengan tangan kotor dan menjaga jarak, CDC juga mengingatkan untuk secara rutin membersihkan permukaan-permukaan dengan pembersih rumah, diikuti dengan disinfektan. Jangan lewatkan benda-benda yang sering dipegang, seperti gagang pintu, saklar lampu, dan lainnya. Selain itu, gunakan masker berlapis tiga jika meninggalkan rumah.

  1. Menyediakan perlengkapan dasar

Ketika ada orang terdekatmu yang dinyatakan terinfeksi Covid-19, tanyakanlah apakah mereka membutuhkan bantuan untuk menyediakan perlengkapan dasar, seperti: Termometer untuk memantau demam dan bahan pembersihnya, seperti Isopropyl alcohol. Obat penurun demam, seperti asetaminofen. Sekotak sarung tangan dan masker wajah sekali pakai dari karet atau lateks. Pasokan obat resep yang diperlukan selama 60 atau 90 hari. Sabun biasa dan pembersih tangan berbahan dasar alkohol 70 persen.

Stok tisu secukupnya untuk menutupi bersin dan batuk. Perlengkapan pembersih rutin, sarung tangan pembersih untuk di dapur, dan trash bag, Persediaan pembersih disinfektan

  1. Isolasi Segera

Segera setelah kamu atau orang terdekatmu dinyatakan positif Covid-19, segera lakukan isolasi. Isolasi harus dilakukan di kamar terpisah dan lebih baik memiliki kamar mandi yang juga terpisah dengan orang lain yang tinggal satu atap.

Sayangnya, hal ini akan sulit dilakukan bagi keluarga dengan rumah sempit atau memiliki anak di dalam rumah. “Jika ada orang tua atau orang dengan imunitas lemah di rumah, kamu mungkin perlu melalukan isolasi di rumah terpisah,” kata Altmann.

Lalu, tanya mereka apakah memerlukan sarana hiburan seperti buku, televisi, komputer, atau lainnya untuk menemani mereka ketika isolasi. Jika yang terinfeksi adalah anak kecil, mungkin satu orang dewasa bisa melakukan isolasi bersamanya untuk melakukan perawatan.

Jika yang terinfeksi adalah dirimu sendiri dan kamu tinggal sendiri, maka mengatur isolasi tidak terlalu sulit. Tantangan yang dihadapi adalah terus memantau gejala dan merawat dirimu sendiri. Pastikan memiliki perencanaan untuk mendapatkan makanan dan obat-obatan yang diantar ke rumahmu dan cari seseorang yang bisa membantumu memeriksa keadaan secara rutin.

Asisten profesor pediatri di University of Michigan sekaligus juru bicara American Academy of Pediatrics, Dr. Jenny Radesky mengatakan, baik kamu tinggal sendiri atau pun tidak, mengenal tetangga akan menjadi modal yang sangat baik. Sebab kamu bisa meminta bantuan mereka, seperti untuk berbelanja atau membeli obat.

  1. Menjaga kebersihan

Jika kamu sakit, pastikan menggunakan masker ketika berada di sekeliling orang lain, misalnya ketika pergi ke rumah sakit atau klinik dokter. Gunakan pula masker ketika berada di rumah. Jika yang sakit adalah anggota keluargamu yang lain, pastikan mereka juga melakukan itu. Altmann menekankan, memaksimalkan isolasi dan aksi proteksi sangatlah penting.

 

“Kenakan sarung tangan untuk mengambil piring kosong yang digunakan oleh orang yang sakit, bawa ke dapur dan cuci menggunakan air panas dengan sabun. Setelah itu, cuci tanganmu lagi,” katanya.

Perawat harus memakai sarung tangan sekali pakai saat menangani cucian kotor pasien dan membuangnya setelah digunakan. Jika menggunakan sarung tangan yang dapat digunakan kembali, sarung tangan itu harus digunakan hanya untuk pembersihan dan desinfeksi permukaan untuk mencegah Covid-19 dan tidak boleh digunakan untuk keperluan rumah tangga lainnya.

Bersihkan tangan segera setelah sarung tangan dilepas. CDC menyarankan, sediakan tempat sampah berlapis untuk sampah bekas pakai penderita dan pastikan menggunakan sarung tangan ketika mengeluarkan dan membuang kantong sampah.

Cuci tangan kembali setelahnya. Hindari berbagi perlengkapan makan, handuk atau tempat tidur dengan penderita Covid-19, serta jangan menyatukan cucian baju kotor penderita dengan anggota keluarga lainnya.

  1. Menjaga kesehatan

Jika penderita Covid-19 adalah anggota keluargamu atau seseorang yang tinggal satu atap denganmu, pastikan anggota keluarga lainnya tetap sehat. Mereka juga perlu melakukan isolasi dari dunia luar, termasuk tidak pergi bekerja.

Radesky menyarankan menemukan orang luar yang bisa membantu untuk mengantarkan bahan-bahan makanan dan obat-obatan. “Jika tidak memiliki teman atau tetangga yang bisa membantu mengantarkan bahan makanan atau barang-barang penting, cobalah cari apakah toko-toko lokal dapat mengirimkan barang-barang untukmu,” kata Radesky.

Anggota keluarga yang tinggal satu atap dengan penderita Covid-19 bisa saja sudah terinfeksi namun tidak bergejala. Oleh karena itu, sebisa mungkin tetap berada di rumah dan tidak keluar dengan alasan apapun selama masa isolasi. “Cara kita mengalahkan virus ini adalah dengan mengurangi frekuensi setiap orang yang terinfeksi menularkan virus ke orang lainnya. Jadi, semakin banyak yang dapat kita lakukan untuk menghentikan virus ini akan semakin baik,” katanya.

Untuk mengurangi penularan virus di dalam rumah, cobalah untuk menjaga aliran udara tetap baik dengan jendela atau pintu terbuka, jika cuaca memungkinkan. Tambahkan perangkat penyaring udara jika diperlukan. Jaga kebersihan dan fokus makan sehat, olahraga teratur serta memiliki tidur berkualitas.

Meskipun tidak ada indikasi bahwa hewan peliharaan dapat memberi atau tertular Covid-19, CDC menyarankan untuk menjauhkan hewan peliharaan dari orang yang sakit. Isolasi dapat berakhir 10 hari setelah dites positif jika orang yang bersangkutan tidak menunjukkan gejala.

Namun, jika memiliki gejala, masa isolasi dapat diakhiri jika memenuhi tiga kriteria berikut: Setidaknya melewati 10 hari sejak gejala pertama kali muncul. Bebas dari demam selama 24 jam tanpa minum obat penurun demam. Gejala Covid-19 lainnya membaik.

Namun, jika Covid-19 yang diderita malah semakin parah, hubungi penyedia layanan kesehatan untuk menetukan langkah yang tepat. Ini adalah momen yang menakutkan, tetapi semoga tips-tips ini dapat membantu meredakan kecemasan serta mempersiapkanmu dan keluarga untuk menghadapi kemungkinan terburuk, sambil berharap dan berjuang untuk yang terbaik.

 

 

John

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *