‘Perang Melawan Narkoba’ Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional Tahun 2021

  • Whatsapp

Banjarbaru, infobanua.co.id – Wali Kota Banjarbaru H M Aditya Mufti Ariffin, menghadiri Acara Peringatan Puncak Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2021, di Aula Gawi Sabarataan Pemerintah Kota Banjarbaru. Kegiatan tersebut bertema Perang melawan narkoba (war on drug) di era pandemi Covid-19 menuju Indonesia bersinar. Peringatan HANI Tahun 2021 juga dilaksanakan secara virtual dan di hadiri oleh Wakil Presiden Republik Indonesia KH Ma’ruf Amin.

 

Wali Kota Banjarbaru H M Aditya Mufti Ariffin SH MH, menyampaikan pada Rakornas gerakan nasional penanganan ancaman narkoba dalam rangka mewujudkan Indonesia emas, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengatakan  Indonesia darurat narkoba.

 

Ada beberapa indikator kenapa saat ini Indonesia darurat narkoba  antara lain; Daya rusak narkoba ini lebih serius karena merusak jaringan syaraf otak, dan belum ada jaminan akan sembuh. Wilayah sebaran narkoba telah menyasar ke seluruh pelosok  tanah air. Adanya  oknum aparat terjerat penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

 

Serta, banyaknya jalur masuk narkoba ke Indonesia terutama melalui jalur laut dan pelabuhan illegal. Jaringan internasional yang beroperasi di Indonesia. Indikasi proxy war, peredaran narkoba di Indonesia diindikasikan sebagai instrumen proxy war oleh negara asing untuk melemahkan Indonesia.

 

Tema Hari Anti Narkotika Internasional ini memiliki makna keprihatinan terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, sehingga dibutuhkan sebuah gerakan untuk menyadarkan seluruh umat manusia di dunia.

 

Hal ini untuk membangun soliditas dalam rangka mencegah dan memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba yang menjadi ancaman kehidupan berbangsa bernegara dan bermasyarakat, serta menggelorakan semangat membara dalam sebuah kebersamaan seluruh komponen bangsa sebagai upaya melawan kejahatan narkoba terlebih lagi di masa penyebaran virus corona (covid 19) yang sampai saat ini masih belum berakhir. Sehingga diharapkan dapat mewujudkan indonesia yang bersih dari penyalahgunaan narkoba.

 

“Apabila kita kaitkan dengan visi pembangunan Kota  Banjarbaru terwujudnya Kota Banjarbaru Maju, Agamis dan Sejahtera (Banjarbaru JUARA)  maka permasalahan narkoba yang ada disekitar kita ini tentunya  akan dapat menghambat pembangunan sumber daya manusia di wilayah kita,” ujar Wali Kota Banjarbaru.

 

Selain itu, juga akan mengurangi motivasi atau semangat yang mampu menumbuhkan kekuatan dan daya juang, namun apabila masyarakat Banjarbaru sehat lahir dan bathin maka pembangunan di wilayah ini tentunya juga akan tumbuh dan berkembang dengan baik dan akan memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif dengan daerah lain.

 

Kota Banjarbaru yang merupakan pusat pendidikan, kebudayaan dan pariwisata memiliki tingkat lalu lintas manusia yang sangat tinggi yang membawa serta berbagai kebudayaan yang sangat memungkinkan terjadinya penyalahgunaan narkotika, psikotropika dan bahan adiktif lainnya.

 

Pencegahan dan penanggulangan terhadap penyalahgunaan narkoba tentunya bukan semata mata tanggung jawab dan hanya dilaksanakan oleh Pemerintah Kota ataupun BNN Kota Banjarbaru saja,  tetapi ini merupakan tanggung jawab kita bersama karena tantangan kedepan dalam pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan eredaran gelap narkoba semakin tidaklah ringan.

 

Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di masyarakat menunjukkan kecenderungan semakin meningkat dengan korban yang meluas, terutama dikalangan anak-anak, remaja dan generasi muda. Penggunaan tehnologi internet untuk perdagangan dan peredaran gelap narkobapun meningkat, baik dari segi nilai transaksinya maupun jenis yang diperdagangkan.

 

Selain itu munculnya jenis-jenis narkoba baru atau new psychoactives substance (nps) turut menambah tantangan dan hambatan dalam upaya menanggulangi permasalahan narkoba.

Hadir dalam acara tersebut Kepala BNN Kota Banjarbaru Agus Lukito, Kepala LAPAS Banjarbaru, Kemenag Banjarbaru,Kejari Banjarbaru, Kapolres Banjarbaru, Perwakilan Dandim 1006/Mtp, Kepala SKPD Kota Banjarbaru, perwakilan Ormas dan tokoh agama.

Yus/IB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *