Pelapor Kecewa Kasus Dugaan Tindak Pidana Penggunaan Surat Palsu Oknum ASN RS Bhayangkara Menjadi Perkara Perdata

  • Whatsapp

Medan, Infobanua.co.id – Pihak Penyidik ​​harus fokus pada kasus tindak pidana dugaan penggunaan Surat Palsu Oknum Aparatur Sipil Negara (ASN), Tusiyah, Guntur Manurung dan Argenius Manurung.Sebab proses hukumnya sendiri sudah naik ke tahap penyidikan.

Charles JN Silalahi, SH., MH., Ketua Peradi Kota Medan saat dimintai tanggapannya terkait kekecewaan pihak Pelapor (Korban) atas hasil gelar perkara yang sudah dilaksanakan pihak penyidik ​​Polrestabes Medan di Lantai 2 Ruang Bhara Daksa Ditreskrimum Polda Sumut, Senin, (28/06/ 2021).

Charles pun mengapresiasi kinerja Kasat Reskrim Polrestabes Medan khususnya Unit Harda yang dipimpin Iptu Harles Gultom yang sudah menaikkan prosesnya ke Tahap Penyidikan. Fasilitas pun, menurut Charles sudah juga bisa ditetapkan untuk para tersangkanya.

“Nah, sekali lagi, saya sayangkan, jika pada saat gelar perkara kemarin tidak fokus pada soalnya yang terkait dengan upaya hukum, dan lagi pula Kasus Pidananya menjadi ke Perkara Perdata,” sebutnya kepada awak media, Selasa (29/06/2021).

Terkait dengan 2 Orang Polwan yang oleh Korban dinilai untuk menangani Kasus Pidananya menjadi Perkara Perdata, menurut Charles langkah dari Pihak Korban atau Pelapor untuk mem Propam kan Keduanya sudah tepat.

“Negara kita ini kan Negara Hukum. Jadi, siapa saja yang bermasalah bisa dilaporkan kepada Pihak Penegak Hukum yang dalam hal ini Bid Propam Polda Sumut.Namun, saran saya, seharusnya pihak Penyidik ​​tidak mencoba bermain main di kasus ini.Apalagi sekarang ini Polri yang Presisi,” ujarnya, dan minta kepada pihak yang memimpin gelar perkara supaya menunjukkan SOP Kepolisian dalam menangani perkara perdata.

Sebelumnya Eni Lilawati Saragih mengaku kecewa atas hasil gelar perkara yang tidak fokus ke kasus pidana. Dan berniat akan melaporkan 2 Orang Polwan yang dianggap bermasalah. Untuk diketahui, sebelumnya Eni Lilawati Saragih sudah melaporkan dugaan Tindak Pidana Penggunaan Surat Palsu oleh Tusiyah, Guntur Manurung, dan Argenius Manurung. Laporan tersebut sesuai dengan Surat Tanda Bukti Laporan yang diterima, STTP Nomor : 3145/ Yan 2.5/2020/SPKT Polrestabes Medan, Tanggal 20 Desember 2020.

Adapun Isi Surat yang disebutkan Palsu tersebut, menyebutkan Tusiyah, cs telah menduduki Sebidang Tanah yang terletak di Jalan Mongonsidi III, dan Rumah No. 28, Kelurahan Anggrung, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan. Kapolda Sumut, Irjen Pol Rz Panca Putra Simanjuntak sendiri mengatensi kasus ini, sehingga prosesnya naik ke tahap penyidikan.

Kapolda Sumut melalui Kabid Humas, Kombes Hadi Wahyudi saat dikonfirmasikan mengecewakan pihak Pelapor atas hasil gelar dan jumlah beberapa orang yang ikut berpartisipasi dalam lelang Propam mengapresiasi langkah hukum Pelapor.

“Ya, kalau memang merasa tidak puas dan merasa ada yang aneh, ya silakan aja,” jawab Kombes Pop Hadi singkat via ponsel pagi tadi.

(William/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *