Rapat Kerja Satgas Covid 19 yang dilakukan di Rumah Dinas Walikota Singkawang, kata Tjhai Chui, adalah rapat koordinasi percepatan penanganan Covid-19 pasca lebaran Idul Fitri.

  • Whatsapp

Singkawang, infobanua.co.id

Rapat Kerja Satgas Covid 19 yang dilakukan di Rumah Dinas Walikota Singkawang, kata Tjhai Chui, adalah rapat koordinasi percepatan penanganan Covid-19 pasca lebaran Idul Fitri.

“Dalam rakor telah disepakati beberapa langkah yang akan kita ambil seperti, memperketat pemberlakuan PPKM berbasis mikro di setiap RT berdasarkan zona di masing-masing RT,” kata Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie selaku Ketua Satgas Covid-19 Kota Singkawang.

Khusus RT yang masuk kategori zona merah, pihaknya akan melakukan rapatkan kembali bersama Satgas Covid-19 Kota Singkawang terkait dengan apa-apa saja yang sudah dilakukan maupun yang akan dilakukan.

Selain itu, Pemkot Singkawang juga akan menyiapkan tempat karantina terpusat serta mempersiapkan tabung oksigen, obat-obatan, reagen dan sebagainya di rumah sakit.

“Kepada masyarakat Kota Singkawang, tolong taati dan disiplin terhadap protokol kesehatan. Sehingga wabah virus Covid-19 bisa diminimalisir dan dihindari. Dengan begitu, masyarakat Kota Singkawang bisa beraktivitas kembali,” pesan dia.

Khusus di Kota Singkawang, kata Tjhai Chui Mie, dari lima kecamatan terdapat empat kecamatan masuk kategori zona merah, karena lebih banyak zona merahnya.

“Kecuali Kecamatan Singkawang Timur dinilai lebih sedikit zona merahnya,” ujarnya.

Apabila tempat karantina terpusat sudah siap, Tjhai Chui Mie berharap agar masyarakat yang terpapar bisa menempatinya selama proses karantina berlangsung. Hal itu disarankan dia, mengingat sampai Jumat (4/6) kemarin, ruang isolasi di RSUD Abdul Aziz Singkawang sudah hampir terisi penuh.

“Rencananya Gedung BLKI akan kita fungsikan lagi untuk tempat karantina mandiri secara terpusat. Selain lengkap dengan obat-obatan, gedung ini juga bisa menampung sebanyak 40 orang,” ungkapnya.

Menurutnya, karantina mandiri di rumah bisa saja diizinkan sepanjang rumah yang bersangkutan memadai.

“Misalkan di dalam kamar ada WC/kamar mandinya. Sehingga orang yang terpapar tersebut tidak keluar dan tidak menularkan lagi kepada keluarga yang ada rumah,” ungkapnya.

Senada dengan Direktur RSUD Abdul Aziz Singkawang, Ruchanihadi ia mengatakan, sampai hari ini ada 26 pasien yang dirawat di ruang Isolasi RSUD Abdul Aziz Singkawang.

“Puluhan orang yang dirawat kondisinya tetap stabil, meski sebelumnya pasien sempat mengalami sesak nafas, batuk dan demam,” katanya.

RSUD Abdul Aziz Singkawang, katanya, setiap hari akan melakukan evaluasi pasien di ruang isolasi.

“Evaluasi yang dilakukan guna memastikan apakah ada pasien yang sudah bisa keluar atau sudah bisa menjalani rawat jalan, yang tentunya hal tersebut akan kita informasikan secepatnya agar bisa menampung pasien baru yang terkonfirmasi maupun suspek,” pungkasnya. (jon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *