Ini Upaya Pemkab Berau Cegah Penularan COVID-19 Kian Meningkat

  • Whatsapp
Pemasangan Stiker, Larangan Duduk di turap Tepian Teratai dan Barricade Tape di kawasan sungai Segah dan di sejumlah tempat keramain lainnya oleh Bupati Berau Hj. Sri Juniarsih Mas bersama OPD Pemkab Berau dan pihak terkait . (Foto: IB skf)

BERAU, infobanua.co.id – Pemerintah pusat dan Daerah terus menyerukan imbauan kepada masyarakat agar selalu menerapkan protokol kesehatan 5M.

Sebab, penyakit Coronavirus (COVID-19) ditaksir kian meningkat, khsusnya di Kabupaten Berau, Kaltim.

Adapun berbagai upayah dilakukan Pemkab Berau guna menimalisir penularan COVID-19 seperti halnya, pemasangan Stiker larangan duduk di turap serta, Barricade Tape dipasang di kawasan Tepian Teratai sungai Segah dan disejumlah tempat keramainnya lainnya.

Bupati Berau Hj. Sri Juniarsih Mas mengatakan, beserta tim terkait telah giat kemarin melakukan penyemprotan Disinfektan di beberbagai jalan ruas protokol dan hari ini dilanjutkan pemasangan Barricade Tape dan Stiker Larangan Berkumpul.

Mulai Rabu 30 Juni 2021, aktifitas masyarakat Berau dijadwalkan sampai pukul 9 malam. Demikian juga aktifitas para pedagang kaki lima, tempat hiburan malam dan tempat-tempat keramaian.

Kebijakan ini diterapkan semata-mata untuk menurunkan lonjakan kasus COVID-19 di Kabupaten Berau yang tinggi.

“Jika kalau masyarakat yang ingin berbelanja di lokasi Tepian Teratai serta di tempat pembelanjaan lainnya dipersilahakan, namun wajib takeaway,” jelasnya.

Selain Jam malam yang telah diberlakukan, akan ada Operasi Yustisi. Tak hanya itu, di Pasar pun akan diberlakukan aturan yang sama.

“Operasi Yustisi di Pasar dilaksanakan di soreh hari. Kalau di tempat lainnya dilakuakan di malam hari,” kata, Bupati Berau Hj. Sri Juniarsih Mas, usai memasang Stiker larangan berkumpul di sepanjang Tepian Teratai dan Barricade Tape, bersama pihak terkait lainnya, Rabu soreh, (30/7/2021).

Lanjut dikatakan Bupati Berau Hj. Sri Juniarsih Mas, kali pertama aturan ini berlakukan tidak ada sanksi.

“Kami belum menerapkan sanksi bagi yang melanggarnya, sebab kami mengerti masyarakat Berau kesehariannya mencari rejeki. Kepada para pedagang beserta seluruh masyarakat Berau, pintah kami yaitu pengertian serta perhatiannya, mohon dimaklumi, sebab kita bersama-sama memerangi COVID-19,” imbuhnya.

Menurut Badan Penaggulangan Bencana (BPBD) Berau Tamrin, ada tiga ratus lebih jumlah peningkatan COVID-19 dan ada beberapa bulan yang lalu yaitu grafiknya menurun. Namun dibulan ini tergolong kembali meningkat.

“Itu sebabnya Bupati selaku Ketua Satgas COVID-19 bersama pihak terkait mengambil kebijakan untuk lebih memperketat lagi Operasi Yustisi di wilayah Berau,” katanya. (skf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *