Masalah Takkunjung Tuntas, DPRD Kab.Blitar Dukung Pemkab Menutup PT Greenfields

  • Whatsapp
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Blitar, Sugianto.

Blitar, Infobanua.co.id – Melihat limbah kotoran ternak dari awal pendiriannya sampai sekarang tetap mencemari sungai dan lingkungan warga masyarakat sekitar.

Komisi III DPRD Kabupaten Blitar, memberi dukungan kepada Pemerintah Kabupaten Blitar untuk menutup peternakan sapi perah PT Greenfields Indonesia di Desa Ngadirenggo, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Blitar, Sugianto mengatakan, untuk menanggapi Wakil Bupati Blitar, Rahmat Santoso yang memberikan ancaman pada PT Greenfields Indobesia, akan menutup peternakan dengan mencabut ijin usaha jika tidak memenuhi komitmen dalam perbaikan pengelolaan limbah.

“Kami sangat mendukung sikap tegas pak Wabup. Untuk kemajuan Pemerintah Kabupaten Blitar dalam mengatasi PT Greenfields Indonesia yang limbahnya sampai sekarang selalu bermasalah,” kata Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Blitar, Sugianto, kepada beberapa awak media, Kamis 01-07-2021.

Menurut Sugianto, Komisi III telah beberapa kali menerima audiensi warga masyarakat yang mengeluhkan pencemaran limbah kotoran Sapi.

Dan beberapa kali telah mempertemukan manajemen PT Greenfields Indonesia dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Namun hasilnya masalah pencemaran lingkungan tetap terulang dan terkesan perusahaan tidak melakukan perbaikan yang signifikan.

“Realisasi di lapangan, masih jauh dari harapan, bahkan masih ada saja surat masuk tentang pengaduan dari warga. Padahal sudah beberapa kali didatangi DLH baik dari Provinsi Jawa Timur maupun Kabupaten Blitar. Tapi tidak ada perhatianIntinya,” jlentrehnya.

Selanjutnya Sugianto berharap, Bupati dan Wakil Bupati berani mengambil langkah tegas. Seperti pada perusahaan yang tidak menghiraukan rekomendasi yang diberikan pemerintah.

Apalagi perusahaan tersebut tidak memberikan kontribusi pemasukan kepada daerah dan tidak memberikan dampak positif kepada warga masyarakat sekitar.

“PT.Greenfield Indonesia berdiri di Blitar pada tahun 2018, Pendapatan Asli Daerah-nya (PAD) tidak ada, CSR nya juga tidak jelas. Manfaatnya juga tidak ada, justru malah membawa masalah terus, maka pemerintah harus berani ambil sikap secara tegas untuk ditutup,” ungkapnya.

Sementara Wakil Bupati Blitar, Rahmat Santoso, menanggapi dukungan DPRD yang menyatakan sikapnya bukan gertakan semata.

Bupati Blitar, sudah memberikan surat teguran No.570/287/408.117/2021 kepada PT Greenfields Indonesia. Yang berisi untuk segera menghentikan pencemaran di farm 2 dan menghentikan aktivitas pengembangan farm 3 di Kecamatan Doko.

“Kami serius dan tidak main-main, karena semua bukti video dan contoh air Sungai sudah ada. Kalau memang melanggar aturan, mencemari lingkungan dan tidak ada manfaatnya lebih bsik ditutup saja,” kata Wabup Blitar, Rahmat Santoso.

Ditempat terpisah, Direktur PT Greenfields Indonesia di Blitar, Heru Setyo Prabowo menanggapi teguran Bupati Blitar, mengaku bahwa pihaknya terus menerus sudah melakukan perbaikan.

Direktur PT Greenfields Indonesia di Blitar, Heru Setyo Prabowo, mengatakan dengan adanya teguran tersebut, dan saat ini prosesnya dipercepat. Seperti proses mamia, bekerja sama dengan perkebunan, terkait lahan dan pembersihan saluran terus, dilakukan.

Juga dalam memantau lingkungan, bila limbah penuh di penampungan tidak sampai meluber ke Sungai,” kata Direktur PT Greenfields Indonesia di Blitar, Heru Setyo Prabowo.

Menurut Heru, dalam hal pengolahan limbah, memang diperlukan perluasan lahan. Saat ini sedang mempercepat prosesnya.

“Karena lahan yang ada di sekitar pabrik, bukan hanya milik warga tapi juga sebagian milik perkebunan,” pungkasnya. (Eko.B). 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *