Pemkot Banjarbaru Gelar Sosialisasi Toleransi dan Kerukunan Umat Beragama

  • Whatsapp

Banjarbaru, infobanua.co.id – Masyarakat Kota Banjarbaru adalah masyarakat majemuk, dimana terdapat perbedaan agama, suku dan etnis. Perbedaan dan keanekaragaman ini sudah barang tentu memerlukan kebijakan dan toleransi kita bersama dalam menyikapinya, karena berpotensi menimbulkan kerawanan konflik di masyarakat. Oleh karena itu, kita semua patut memberikan apresiasi atas inisiatif dilaksanakannya kegiatan sosialisasi ini dalam rangka memupuk dan menumbuhkembangkan kerukunan umat beragama di daerah kita ini.

Hal tersebut dikatakan Wakil Wali Kota Banjarbaru Wartono SE Saat membuka Acara Sosialisasi Moderasi Beragama, Toleransi dan Kerukunan Umat Beragama pada Kalangan Ormas dan Lembaga Pendidikan oleh Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Banjarbaru, di Aula Linggangan Intan DPRD Kota Banjarbaru., Kamis (01 Juli 2021).

Wakil Wali Kota Banjarbaru Wartono SE menyampaikan bersilaturahmi pada acara pembukaan sosialisasi moderasi beragama, toleransi dan kerukunan umat beragama bagi para tokoh organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan se-kota banjarbaru. Pertemuan kita ini merupakan kebahagiaan tersendiri bagi saya dapat bertemu dan mengenal lebih dekat dengan para tokoh agama, tokoh pemuda, dan tokoh masyarakat se Kota Banjarbaru. Semoga pertemuan kita ini dapat membawa rahmat dan berkah dari Allah Subhanahu Wata’alla dengan semakin eratnya jalinan kerukunan dan persatuan antar umat beragama di daerah kita ini.

Wartono berharap, saudara-saudara dapat menyamakan persepsi dalam membangun semangat kebersamaan dan toleransi, serta mendorong komunikasi dan interaksi dalam forum ini. Berbagai masalah keamanan, konflik sosial, radikalisasi sampai terorisme  seharusnya tidak perlu terjadi di tengah masyarakat bila tumbuh rasa saling menghormati dan toleransi. Masalah stabilitas keamanan dan ketertiban, tentunya menjadi tanggung jawab kita bersama, karena siapa lagi yang akan menjaganya, kalau tidak kita sendiri yang menciptakannya.

‘Untuk mencegah potensi perpecahan dan konflik demi kebaikan masyarakat dan daerah kita ke depan, kita bersama mulai dari sekarang harus kian merapatkan barisan dan kewaspadaan terhadap gejala perpecahan di tengah masyarakat yang disebabkan oleh munculnya isu maupun oknum yang sengaja memecah persatuan di masyarakat. Amanah ini bukan hanya tugas pemerintah atau aparat keamanan semata, namun tugas semua elemen masyarakat,” sebut Wartono.

Wartono mengatakan, peran tokoh agama dan tokoh masyarakat sangatlah penting dan strategis untuk menjadi pelopor dalam menciptakan kerukunan umat beragama yang sejalan dengan salah satu misi Pemerintah Kota Banjarbaru yang sedang digiatkan, yakni memperkuat cipta kondisi masyarakat yang aman, nyaman dan tertib.

“Kita semua patut bersyukur, karena daerah kita ini masih kondusif. Itu semua berkat warganya yang memiliki kesadaran tinggi akan pentingnya saling menghormati dan bertoleransi terhadap segala perbedaan yang ada. Namun kita tetap harus waspada agar pengaruh buruk tidak masuk ke daerah kita ini. Demikian yang dapat saya sampaikan. Wartono mengharapkan, agar saudara-saudara yang hadir disini mampu menjadi teladan dalam meningkatkan kualitas toleransi dan kerukunan umat beragama di lingkungan masing-masing, sehingga daerah kita ini selalu aman, tenang, dan nyaman bagi semua orang,” ungkapnya.

Tampak Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banjarbaru Drs H Abdul Basit, Ketua FKUB kota Banjarbaru H Muslih Emberi, perwakilan Badan Kesbangpol Kota Banjarbaru, serta para peserta sosialisasi dan undangan lainnya

Sementara Ketua Panitia pelaksana kegiatan Drs H Aride BR MM menyampaikan, bahwa tujuan dilaksanakannya sosialisasi ini adalah untuk memberikan pengetahuan/wawasan kepada para peserta dalam hal moderasi beragama dan arti pentingnya toleransi beragama serta pentingnya kita umat beragama untuk saling menjaga kerukunan antar umat beragama.

Kegiatan sosialisasi dilaksanakan di Aula Linggangan Inta DPRD Banjarbaru selama satu hari, dan peserta sebanyak 40 orang terdiri dari pengurus FKUB Kota Banjarbaru, Majelis Ulama, Nahdatul Ulama, Muhammadiyah, KNPI, LDII, Kristen,Khatolik, Hindu, Budha, Pokjawas, Pokjaluh, Penyuluh Agama, Kelompok Kerja RA, MI, MTS, MA, Rumah Tahfidz Qur’an, Anshor, Muslimat, Aisyiah, Fatayat, dewan Masjid, BKPRMI, Ikatan Persaudaraan Haji, Madin serta Ponpes Al Falah Putra. Narasumber  dari Kemenag Banjarbaru, Badan Kesbangpol Kota Banjarbaru dan Ketua FKUB Kota Banjarbaru.

Yus/IB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *