Pj. Gubernur Kalsel Safrizal Ingatkan Bahaya Varian Virus Baru Covid-19, Para Asn Di Batasi Untuk Tidak Laksanakan Studi Banding Ke Daerah Zona Rawan Covid

  • Whatsapp

 

Banjarmasin, info banua.- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengubah nama daftar varian baru virus SAR-Cov-2, yang juga dikenal dengan Corona atau Covid-19. Dengan menggunakan alfabet Yunani, varian virus Corona yang telah bermutasi ini patut diwaspadai.

WHO mencatat sedikitnya ada 10 varian virus Corona yang ditemukan karena mutasi di berbagai negara. Yakni, Alpha (B.11.7) asal Inggris, Beta (B.1351) dari Afrika Selatan, Gamma (P.1) asal Brasil, Delta (B.1.617.2) dari India.

Kemudian, Kappa (B.1.617.1) ditemukan di India, kemudian Epsilon (B1.427 dan B.1.429) dari Amerika Serikat. Sedangkan, berasal dari Brasil adalah varian Zeta (P.2), Eta. Dari negara tetangga, Filipina ditemukan varian Theta (B.1.617.2) dan Lota asal Amerika Serikat yang juga dikenal dengan varian B.1.526.

“Saat ini, Kalimantan Selatan harus mempersiapkan diri dalam menghadapi Covid-19 varian Delta. Makanya, saya instruksikan agar seluruh pemerintah daerah (pemda) di Kalsel tetap waspada,” ucap Penjabat Gubernur Kalsel Safrizal ZA kepada awak media, usai mengikuti rapat paripurna DPRD Kalsel di Banjarmasin, Kamis (01/7).

Menurut Safizal, sejak sekarang harus bersiap siaga, sehingga para kepala daerah baik bupati dan walikota di Kalsel agar segera menyiapkan tempat karantina. Kemudian, kata Safrizal, menyiapkan ketersediaan tempat tidur pasien Covid-19 di rumah sakit.

“Protokol kesehatan (prokes) terus ditingkatkan, bagikan masker di mana pun untuk mengantisipasinya,” ucap pejabat Kemendagri ini.

Safrizal menegaskan saat ini, Pemprov Kalsel juga memberlakukan pembatasan mobilitas aparatur sipil negara (ASN) antardaerah, baik lintas provinsi maupun kabupaten/kota yang memiliki risiko tinggi tertular Covid-19. “Kalau hanya konsultasi, studi banding tidak usah dulu,” cetusnya.

Untuk saat ini pun ketersediaan tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) rumah sakit di Kalsel mencapai 30 persen. Meski begitu, kata Safrizal, Banua harus tetap siaga untuk mengantisipasi lonjakan Covid-19 varian baru.

“Saat ini, BOR kita mencapai 30 persen, meskipun begitu kita persiapan, karena varian baru ini penularannya (varian Delta) justru sepuluh kali lipat lebih cepat dari yang biasa,” ungkapnya.

Safrizal mengatakan, tidak menutup kemungkinan varian Delta masuk ke Banua karena waktu tempuh dari Pulau Jawa ke Kalimantan Selatan yang hanya satu setengah jam dengan menggunakan pesawat. Pungkasnya

feb

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *