Revisi Rencana Tata Ruang Wilayah Kab Bone mengakomodir 24 Kecamatan untuk Kawasan Pertambangan

  • Whatsapp

Bone, infobanua.co.id – Demi terstrukturnya Tambang yang ada dikab. Bone, pihak Pemerintah Kab. Bone melakukan revisi RTRW dalam zonasi zonasi peruntukannya

Diketahui sebelum di revisi hanya ada 12 kecamatan namun kini menjadi 24 kecamatan sedangkan diluar 3 dari kecamatan tersebut tidak masuk dalam UP, yang masuk dalam kawasan perkotaan watampone yaitu kawasan Tanete Riattang, Tanete Riattang Timur dan Barat yang tidak masuk dalam kawasan pertambangan

Menurut Kasi Pengawasan dan Pemanfaatan Ruang Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang mengatakan,
“Kita harus pertimbangkan distribusi pemanfaatan ruang yang ada jangan sampai menggangu kegiatan kegiatan wilayah perkotaan seperti pemukiman, perkantoran, perdagangan jasa dan lain lain Ujar A. Asrijal saat ditemui di ruang kerjanya , Rabu (30/6)2021)

Lanjut dia , “Draf revisi perda tersebut telah diserahkan ke DPRD kab. Bone untuk selanjutnya dibahas dalam Pansus. Perda No 2 tahun 2013 tentang RTRW ini sebelum di revisi telah melalui proses kajian, kajian tersebut yang termuat dalam Dokumen Peninjauan Kembali (PK). Semua poin dalam hasil PK telah dimuat dalam draf revisi RTRW” Tambahnya

Meski dalam draf revisi untuk RTRW mencantumkan 24 Kecamatan ditetapkan sebagai Kawasan Pertambangan,
namun tidak serta merta nantinya bisa terbit IUPnya karena IUP itu terdiri dari IUP, Operasi, IUP Produksi, Pengelolaan ,Pengangkutan , penjualan tentu harus di tinjau dari sisi lingkungan, termasuk pengendalian dan instrumen lingkungan hidup apakah dapat dilakukan kegiatan pertambangan atau pemberian izin, tetap harus mempertimbangkan aspek kajian lingkungannya.

Dengan terbitnya Undang-undang No. 3 Tahun 2020 tentang semua jenis mineral batu bara kewenangan perizinan di ambil alih pusat.

Dan melalui perda no. 6 tahun 2017 terkait RTRW jelas terstruktur zonasi zonasi peruntukan masing masing kawasan yang ada di 3 kecamatan perkotaan, sedangkan persoalan masalah gudang sudah jelas di kec. Tanete Riattang Timur , lokasinya kampung maloi dareE dengan luas kurang lebih 45 hektar itu sudah di isolasi, bahkan sudah di sampaikan kepada pemilik gudang yang di dalam kota melalui surat edaran Bupati Bone tidak ada lagi penetapan gudang di wilayah perkotaan selain yang ada di maloi dareE

” Di situ nanti akan di buatkan semacam master plant RTL , rencana tata penggunaan dan lingkungan begitupun akan di blok blok juga, jadi RTRW itu mencakup semua jenis kegiatan seperti sektor pertanian, pertambangan , pemukiman , pembangunan inprastruktur semua mengacu kepada rencana tata ruang wilayah” Pungkas A. Asrijal (A.Ida)

(A.Ida)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *