Tabrak Regulasi, Kades Wolo Batalkan Hasil Seleksi Penjaringan Perangkat Desa 7 Juni 2021

  • Whatsapp

Grobogan – Tiga orang calon perangkat desa dari hasil seleksi penjaringan perangkat desa, Desa Wolo, Kecamatan Penawangan, dibuat menangis oleh ulah Kadesnya. Pasalnya hasil seleksi sudah diumumkan tanggal 7 Juni 2021 dan ketiga orang calon tersebut masing-masing mendapatkan nilai tertinggi dari tiga Formasi, namun tiba-tiba pada Rabu tanggal 30 Juni 2021 Kades membatalkan hasil seleksi calon perangkat desa.

Ketiga orang calon perangkat desa dari 3 Formasi dengan nilai tertinggi antara lain 1. Arisna Rahma Wati (Kaur Keuangan). 2. Fariz Adi Putra (Kasi Pelayanan). 3. Mursidi ( Kasi Kesejahteraan).

Hal itu menuai banyak pertanyaan dari kalangan masyarakat, Ada apa dan mengapa ?!

Merujuk pada perda Kabupaten Grobogan No 5 Tahun 2018 tentang perangkat desa dan Juknis no 141.3/173/1/2021 tanggal 29 Januari 2021 berbunyi bahwa pengisian perangkat desa dilakukan proses ujian penjaringan.

Mengacu pada regulasi diatas tersebut, sangat jelas bahwa ketiga calon perangkat desa hasil seleksi pengisian perangkat desa yang seharusnya dilantik oleh Kades Wolo, justru sebaliknya malah membatalkan hasil seleksi calon perangkat desa. Hal tersebut tertuang pada Keputusan Kepala Desa Wolo No :141/07/VI/2021. Tentang pembatalan berita acara hasil seleksi calon perangkat desa, tanggal 7 juni 2021.

Sementara itu, ketua panitia pengisian perangkat desa, desa wolo yakni Adi Prasetyo menyatakan menolak keras atas pembatalan berita acara hasil seleksi calon perangkat desa.

“Panitia tidak setuju adanya pembatalan hasil seleksi. Terkait tugas panitia, kami hanya terima seleksi administrasi dan terkait hasil seleksi kami sudah terima hasilnya kemudian kami serahkan ke Pemdes,” ujarnya.

Lebih Lanjut, “Apapun yang disampaikan kades kepada peserta itu ranahnya kades. Dengan adanya pembatalan hasil seleksi ini kami merasa takut kepada masyarakat, kepada peserta,” tuturnya.

“Kami sebagai panitia sangat kecewa, ko jadinya seperti ini, adanya pembatalan hasil seleksi kami sebelumnya tidak pernah diajak rembukan,” ungkapnya.

Adi Prasetyo menambahkan, harapan kami sebagai panitia, jangan dibatalkan karena menurut kami pelaksanaan sudah baik, siapapun dia yang nama-nya berhasil, dan kepada peserta yang kalah harus mengikhlaskan,” tukasnya.

Pada kesempatan itu, calon perangkat desa hasil seleksi penjaringan yaitu Arisna Rahma Wati menyampaikan bahwa dirinya sangat kecewa atas keputusan Kades membatalkan hasil seleksi penjaringan perangkat desa.

“Dengan seluruh tenaga, waktu dan pikiran yang sudah saya curahkan selama ini, persiapan yang tidak mudah dari mulai pemberkasan administrasi kemudian belajar pagi siang sore malam, setiap hari selama tiga minggu,” ungkap Arisna.

Lanjut disampaikan,” padahal, pada saat saya sowan ke pak lurah, pak lurah begitu meyakinkan bahwa proses pengisian perangkat desa ini akan berjalan secara jujur dan berintegritas. Namun dengan pak lurah membatalkan hasil seleksi 7 juni kemaren, secara tidak langsung pak lurah sudah meyakini ada indikasi kecurangan lainnya,” ungkapnya.

Arisna menambahkan,” Saya percaya pada nasehat, apa yang melewatkan saya tidak akan pernah jadi takdir saya dan apa yang ditakdirkan saya tidak akan pernah melewatkan saya, jika memang perangkat desa menjadi takdir saya, suatu saat pasti jadi takdir saya,” ungkap Arisna dengan nada sedih.

Hal tersebut diatas langsung disikapi sekretaris FP3D yakni Ali Rukamto, menyatakan bahwa kades wolo, kecamatan penawangan telah melakukan pelanggaran hukum atas perbub, perda dan juknis tentang ujian pengisian perangkat desa tahun 2021.

“Bahwa kades wolo menentang dan menabrak juknis yang sudah diundangkan oleh bupati Sri Sumarni, jelas itu perbuatan melanggar hukum. Artinya Kades Wolo melakukan Of Abuse Of Power yang artinya penyalahgunaan kekuasaan,” tegasnya.

Lanjut,” tidak ada alasan apapun kades wolo tidak melantik semua formasi yang sudah passing grade. Padahal camat kecamatan penawangan sudah mengirimkan surat dua kali kepada kades wolo agar segera dilantik, namun kades wolo abai dan terkesan pembiaran,” pungkas Ali.

(Vio/Tatang S)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *