Cegah Penularan Covid-19, Kelompok Milenial Ajak Masyarakat Patuhi Pemerintah Taat Prokes

  • Whatsapp

Koordinator Penggerak Milenial (PMI), M. Adhiya Muzakki mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan dan segala bentuk aturan pemerintah yang berlaku.

Hal itu disampaikan Adhiya mengingat kasus aktif Covid-19 yang semakin hari semakin bertambah. Oleh sebab itu, Adhiya mengimbau agar masyarakat benar-benar menaati aturan-aturan yang sudah berlaku selama masa PPKM darurat ini.

“Bangsa Indonesia adalah masyarakat yang cerdas. Sebagai masyarakat yang cerdas, kita harus taat demi kebaikan bersama,” ujarnya kepada Redaksi, di Jakarta, pada Minggu (4/7).

Adhiya yakin, Indonesia akan bebas COVID-19 jika masyarakatnya taat dan patuh terhadap pemerintah. Adhiya mencontohkan, beberapa negara telah berhasil melawan Covid-19. EURO digelar dengan ribuan penonton, Singapura akan menganggap Covid-19 sebagai flu biasa, dan lain lain.

Hal itu, kata Adhiya dikarenakan masyarakatnya taat dan patuh terhadap protokol kesehatan, serta berbagai macam kebijakan dan aturan dari pemerintah.

“Hindari kumpul-kumpul, aksi demontrasi, dan hal lainnya. Hindari kerumunan, sayangi keluarga. Mari kita putus rantai penyebaran Covid-19 dengan cara taat dengan anjuran pemerintah. Dengan kita taat prokes, kita sudah membantu nakes, polri, TNI, dan kelompok lain yang bertugas,” tuturnya.

Selain itu, Adhiya menambahkan, Negara-negara yang sudah beraktivitas seperti biasa lantaran mereka sudah melakukan vaksinasi lebih dari 50 persen.

Di Indonesia, masih kata Adhiya, kita masih terjebak narasi hoax bahaya vaksin. Hal ini sungguh memprihatinkan. Akan tetapi, Adhiya yakin, untuk kepentingan bersama, masyarakat akan menurunkan egonya agar mau untuk divaksin demi melawan Covid-19.

Saat ini, pemerintah sedang melakukan percepatan vaksinasi. Pemerintah, Polri, TNI, tenaga kesehatan, relawan,dan seluruh komponen masyarakat harus berperan aktif dalam kesuksesan vaksinasi di Indonesia ini. Mengingat, masih banyak sekali masyarakat kita yang terpengaruh hoax bahasa vaksin.

“Kita harus dukung upaya pemerintah dalam melindungi rakyatnya. Salah satu upaya yang ditempuh adalah dengan melakukan vaksinasi agar tercapai herd immunity. Masyarakat jangan sampai termakan hoax soal bahaya vaksin,” lanjutnya.

Adhiya lantas mengajak kepada seluruh masyarakat Indonesia agar membantu pemerintah dalam mensukseskan vaksinasi nasional ini. Dengan dukungan seluruh komponen masyarakat Indonesia, Adhiya berharap vaksinasi akan selesai di akhir tahun 2021.

“Tahan dulu segala bentuk aktivitas yang dilarang. Tetap patuhi prokes jika ada hal penting. Mari kita dukung Polri, TNI, tenaga kesehatan yang berjuang menjadi garda terdepan penanganan Covid-19 ini. Rakyat nurut, Covid-19 cabut,” harapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *