Cegah Penyebaran Covid-19, Kapolda Kalsel Perketat Mobilitas Di 13 Titik Zona Orange

  • Whatsapp

 

Banjarmasin, info banua.- Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan memperketat mobilitas penduduk di sebanyak 13 titik zona oranye Covid-19 yang ada di daerah ini.

Hal itu dilakukan guna menekan kasus agar tak berubah menjadi zona merah.
“Kami sudah laporkan 13 titik ini ke Mabes Polri dan selanjutnya diambil langkah-langkah pengetatan dalam upaya pengendalian mobilitas masyarakat,” kata Kapolda Kalsel Irjen Pol Rikwanto, Sabtu (3/7).

Untuk zona oranye termasuk risiko sedang dalam kasus penularan Covid-19, sedangkan zona merah untuk daerah dengan kasus Covid-19 sangat tinggi. Sementara zona kuning untuk risiko rendah dan zona hijau untuk daerah yang tidak ada kasus. Sebanyak 13 titik zona oranye tersebut tersebar di Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar.

Mobilitas di tiga wilayah tersebut dinilai memang paling tinggi dibanding daerah lainnya di Kalsel mengingat jumlah penduduk yang juga besar. Kalsel sendiri saat ini dipastikannya tak ada zona merah. Hanya ada zona oranye, zona kuning dan beberapa zona hijau sehingga penularan Covid-19 masih bisa dikendalikan. Ucapnya

Diakui Rikwanto, kasus Covid-19 di Kalsel terbilang relatif lebih terkendali jika dibandingkan provinsi lainnya di Kalimantan, yang penambahannya di atas 100 kasus per hari.

“Untuk itulah, pengetatan di wilayah perbatasan provinsi juga bisa dilakukan sesuai kebutuhan dan perkembangan situasi kasus penambahan Covid-19 terkini dari tiap daerah,”ujarnya.

Meski begitu, imbuh Rikwanto, data kasus Covid-19 tak lantas membuat Kalsel lengah, apalagi sampai mengendorkan disiplin protokol kesehatan. Kapolda juga menegaskan prokes 5M dan upaya 3T (testing, tracing, dan treatment) wajib terus dilakukan.

Dia mengimbau masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak perlu atau mendesak. Seperti kumpul-kumpul di kafe dan sebagainya, sebaiknya ditiadakan dulu.

“Saya perintahkan anggota agar gencarkan lagi operasi yustisi. Lakukan patroli malam hari dan minta masyarakat pulang jika ditemukan kumpul-kumpul yang tak perlu apalagi melewati batas waktu dalam penerapan PPKM Mikro,” pungkasnya.

feb

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *