PPKM Darurat, Polisi Tutup Judi Sabung Ayam dan Tiga Kafe di Blitar

  • Whatsapp
PPKM Darurat, Polres Blitar, Gerebek Judi Sabung Ayam dan Tutup 3 Kafe.

Blitar, infobanua.co.id – Polres Blitar bergerak cepat dalam menegakkan aturan PPKM Darurat. Dimana personelnya berhasil menggerebek kerumunan orang dalam arena judi sabung Ayam.

Penggrebekan dipimpin langsung oleh Kapolres Blitar, AKBP Leonard M Sinambela, usai pemeriksaan dan patroli gabungan pelaksanaan PPKM Darurat untuk menurunkan dan memutus penularan covid-19 di wilayah hukumnya. Dan sebanyak 26 orang serta 173 unit sepeda motor berhasil diamankan.

“Kami menerima laporan dari warga masyarakat, kalau di Desa Tumpuk terdapat lokasi perjudian jenis sabung Ayam dan Dadu. Sekitar pukul 15.30 WIB kami grebek dan memang banyak orang di lokasi kejadian,” kata Kapolres Blitar, AKBP Leonard M Sinambela, Minggu 04-07-2021.

Menurut Leonard, dari penggerebekan tersebut telah diamankan sebanyak 26 orang, 173 unit sepeda motor, sembilan buah tas, papan putih untuk menulis jadual sabung Ayam, delapan buah KTP dan dua buah SIM.

Juga beberapa peralatan judi Dadu, 23 ekor Ayam Jago dan uang tunai sebesar Rp.350 ribu diamankan dari lokasi.

“173 unit Sepeda motor itu kemungkinan milik pelaku sabung Ayam dan judi Dadu yang kabur. Semua kami amankan di mapolres dan kami proses,” jlentrehnya.

Lebih dalam Leonard memaparkan untuk para pelaku, polisi akan menjerat dengan pasal 303 KUHP tentang perjudian. Dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 10 tahun. Atau pidana denda paling banyak dua puluh lima juta rupiah.

Dan razia gabungan diteruskan pada malam hari. Dengan menutup tiga jalan sejak pukul 20.00 WIB. Yakni Jalan Kusuma Bangsa, depan Kantor Bupati Blitar di Kanigoro, kemudian Jalan Urip Sumoharjo sekitar RTH Wlingi dan Jalan Raya Barat Sutojayan di sekitar Aloon-aloon Lodoyo.

Pada pukul 03.00 WIB, ketiga jalan tersebut telah dibuka kembali dan akan ditutup mulai pukul 20.00 WIB nanti malam.

Petugas gabungan menyisir beberapa lokasi yang kedapatan melanggar peraturan selama PPKM Darurat.

Sanksi tegaspun dijatuhkan. Selain beberapa warga mendapat sanksi tindak pidana ringan (tipiring), tiga kafe juga ditutup sementara.

“Karena tiga kafe di Kanigoro telah melanggar peraturan, maka sanksi tegas kami terapkan. Ketiga kafe itu kami tutup, karena masih buka di atas waktu yang ditetapkan,” pungkasnya. (indra).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *