Luasan Lahan Perusahaan Besar Swasta Yang Melebihi HGU Berpotensi Merugikan Pendapatan Nasional

  • Whatsapp

Jakarta, infobanua.co.id – Anggota Komisi IV DPRRI Bambang Purwanto saat Rapat Dengar Pendapat Umum Panja mengenai Pengembangan Kelapa Sawit Rakyat antara Komisi IV DPR RI dengan Asosiasi/ Pemerhati Kelapa Sawit (secara Virtual),Senin (5/7/2021),mengatakan perusahaan besar swasta Perkebunan yang memiliki luasan lahan melebihi HGU tidak memberikan kontribusi pendapatan bagi negara.

Perusahaan besar swasta meskipun ada moratorium namun tetap melakukan perluasan lahan dengan cara membeli untuk memperluas lahan perkebunannya.

“Perusahaan besar swasta ini walaupun sudah ada moratorium,tetapi selalu mengembangkan kebunnya dengan cara membeli untuk memperluas kebunnya,tanpa memperhatikan ketersediaan lahan yang ada di desa bersangkutan yang sudah ada perkebunan,”kata Bambang.

Politisi Partai Demokrat ini mengkhawatirkan jika ini di biarkan akan menimbulkan kerawanan terhadap konflik akibat saling klaim seperti yang telah terjadi di Sumatera dan Kalimantan.

“Ini berpotensi terjadi ketimpangan terhadap masyarakat setempat,yang suatu saat akan muncul klaim dari masyarakat karena untuk kebutuhan pangan mereka,ini sudah terjadi baik di Sumatera maupun Kalimantan,”Jelas Bambang.

Ekspansi perusahaan besar swasta dalam memperluas lahan perkebunannya dengan cara membeli lahan perkebunan sekitar memiliki potensi merugikan pendapatan negara,karena lahan yang dimiliki perusahaan akan menjadi luas melebihi HGU yang di miliki perusahaan perkebunan,kontribusi pendapatan Nasional sesuai dengan HGU yang dimilikinya.

Karena luasnya lahan kebun melebihi HGU akibatnya juga ini kontribusi terhadap pendapatan Nasional dari perusahaan besar swasta tentu juga tidak ada,ini perlu mendapat perhatian,kita harus memiliki data yang akurat terkait dengan luasan lahan riil perkebunan yang ada di lapangan,pungkas Bambang Purwanto.

indra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *