Tidak Ada Halangan Pelajaran Tatap Muka Di Banjarmasin Tetap Dilaksanakan Pada Bulan Juli Mendatang

  • Whatsapp

 

BANJARMASIN, info banua.– Ancaman penularan Covid-19 varian Delta ternyata tak merisaukan Pemkot Banjarmasin.

Dinas Pendidikan (Disdik) Banjarmasin tetap ngotot mempersiapkan Pembelajaran tatap Muka (PTM) pada awal tahun ajaran 2021/2022.

“PTM terbatas,” ujar Kepala Disdik Banjarmasin Totok Agus Daryanto.

Sesuai jadwal kalender pendidikan, tahun ajaran baru akan dimulai Juli 2021.

“Kalau dilihat perkembangan Covid-19 di Banjarmasin itu sangat memungkinkan untuk PTM,” ujar Totok.

Disdik menjadwalkan pelaksanaan PTM dimulai pada 12 Juli atau Senin mendatang.

Butuh dua hari bagi Pemkot melakukan simulasi dan sosialisasi budaya penerapan protokol kesehatan pada awal tahun ajaran sejak sekolah diliburkan akibat pandemi Covid-19 tahun 2020 lalu.

Maka, Totok menekankan bahwa pelaksanaan PTM efektifnya berlangsung pada Rabu atau 14 Juli mendatang.

“Kelas 1 kan belum pernah turun mereka, jadi budaya sekolah harus dilajari dulu,” tuturnya.

Menurutnya, kebijakan PTM diberikan setelah melihat kondisi terkini. Jika Banjarmasin zona hijau dan kuning penyebaran Covid-19, maka pihaknya tetap merencanakan opsi PTM terbatas.

Sebaliknya, apabila zona merah. Disdik harus kembali memutar otaknya untuk tenaga pendidik dan siswa tidak tertular virus Corona.

Adapun populasi Covid-19 di Banjarmasin telah mencapai 9358 kasus. Di antaranya 108 kasus aktif, 9.038 pasien sembuh dan 212 kematian.

“Nah Banjarmasin karena Covid-19 ya terkendali, jadi itu yang harus kita jaga,” ucapnya.

Dalam waktu sepekan, Disdik masih punya waktu untuk melihat perkembangan tren penularan Covid-19 di Banjarmasin sebelum benar-benar memutuskan akan membuka sekolah.

“Moga-moga perkembangan bagus,” katanya.

Untuk diketahui, kebijakan membuka sekolah tidak bergantung kepada rekomendasi ataupun perintah Disdik Provinsi Kalsel.

Berdasar Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri menerangkan kebijakan pelaksanaan PTM wewenang kepala daerah.

Disdik kabupaten/kota harus mengikuti arahan tersebut. Terutama jenjang sekolah tingkat SD dan SMP.

“Itu catatannya. Jadi selama wali kota mengizinkan, jadi bahasa kasarnya tidak ada hubungan dengan Disdik Provinsi,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Banjarmasin Matnor Ali meminta Pemkot Banjarmasin jeli melihat tren penyebaran Covid-19.

Banjarmasin menjadi daerah penyumbang terbesar kasus Covid-19 jika dibandingkan dengan kabupaten kota se-Kalsel di atas 9 ribu ke atas.

“Memang kalau dilihat kondisi Banjarmasin kondisi zona hijau tentu sesuai keputusan SKB 4 menteri masih bisa kita lakukan PTM dengan syarat tetap memperketat prokes di sekolah ditingkatkan dan dengan catatan bila kondisi Banjarmasin ada gejala akan peningkatan Covid segera untuk ditiadakan PTM,” ujarnya.

Matnor lantas memberi catatan kepada Disdik Banjarmasin untuk bisa membereskan masalah sosialisasi sebelum PTM benar-benar dilaksanakan.

“Kenapa jadi perlunya PTM dengan bersyarat tentu perlunya sosialisasi anak didik yang baru terhadap budaya sekolah yang baru,” pungkasnya

feb

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *