Warga Pendatang Asal Pati Jawa Tengah Klaster Ke 3 Penyebaran Covicd 19 Di Kab. Kapuas

  • Whatsapp
Ketua Pelaksana Harian Satgas Covid 19 Kab. Kapuas

Kuala Kapuas, Infobanua.co.id – Tingginya angka kedatangan warga pendatang asal Jawa Tengah yang di dominasi dari Kabupaten Pati, kini menimbulkan persoalan tersendiri dalam kaitannya dengan upaya pemutusan dan pengentasan covid 19 di wilayah Kecamatan Kapuas Tengah Kabupaten Kapuas.

Seperti di ketahui, dari hasil pendataan yang dilakukan Kepala desa bersama UPT Puskesmas setempat, tidak kurang dari 200 orang pendatang asal Jawa Tengah yang di dominasi asal Kabupaten Pati yang tersebar di tiga desa yakni Mantuang, Pujon dan Marapit.

Pasca adanya dua warga asal Pati Jawa Tengah yang meninggal dunia akibat covid, Sebagian dari pendatang ini telah menjalani scraning dan swab PCR Antigen dan hasilnya 19 orang yang dinyatakan positif covid-19 terpaksa menjalani isolasi mandiri. Sementara untuk antisipasi, UPT Puskesmas Pujon telah menyiapkan tempat untuk karantina, tempat yang dimaksud tidak jauh dari UPT Puskesmas dan terdiri dari 5 ruangan, namun untuk mengefektif nya kita masih menunggu sejumlah tempat tidur dari dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas. “Demikian kata Kepala UPT Puskesmas Pujon Rido Adri Mambang ketika di temui di kediamannya saat Infobanua.co.id melakukan pantauan langsung di Kecamatan Kapuas Tengah beberapa waktu lalu.

Terkait hal di atas, Camat Kapuas Tengah Dodo, SP, mengambil langkah cepat dengan menggelar rapat terbatas bersama seluruh unsur terkait dan dari hasil rapat tersebut disepakati untuk menggalakkan kembali ketentuan pembatasan kegiatan masyarakat dengan memberlakukan jam malam disertai pendirian posko pemeriksaan masuknya pendatang ke wilayah Kapuas Tengah. ” Tegas Camat Kapuas Tengah Dodo, SP ”

Sementara itu, Ketua pelaksana harian Satgas covid 19 Kabupaten Kapuas, P. Sinaga, saat di temui di ruang kerjanya sore tadi ( 06/7/21), mengatakan telah melakukan komunikasi dengan Camat, Kapolsek dan Danramil setempat guna membicarakan serta langkah-langkah yang mesti di ambil terkait kasus di Pujon ini.

Sinaga juga menyampaikan bahwa pendatang asal Pati ini sebagai klaster ke tiga setelah sebelumnya ada klaster food estate dan klaster PT. LAK.

Dalam rangka upaya pemutusan penyebaran covid 19, tidak hanya Pujon, tetapi secara keseluruhan masing-masing wilayah harus memperketat pemeriksaan terhadap masuknya warga pendatang, termasuk pemeriksaan dokumen hasil rapid tes atau swab Antigen. Bila dokumen atau surat keterangan yang dimaksud tidak menggunakan tandatangan basah yang disertai barcode, maka bisa dipastikan surat keterangan tersebut palsu. ” Tegas Sinaga”

Ia juga menekankan untuk PBS agar mengoptimalkan peran sertanya dalam mengentaskan persoalan covid-19 sesuai surat edaran Bupati Kapuas. [Nasution]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *