Sesuai Fatwa,MUI kabupaten Cianjur Larang Dan Kecam Penimbun Masker, Oksigen dan Obat-obatan

  • Whatsapp
Ketua MUI kabupaten Cianjur, K.H Abdul Rouf.

Cianjur, infobanua.co.id – Maraknya kasus kekurangan ketersediaan oksigen, obat-obatan dan masker paska melonjaknya kasus Covid 19 sangat berpengaruh terhadap pasien Covid 19 ketika dalam masa pemulihan.

Hal tersebut menuai tanggapan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Cianjur yang mengecam tindakan yang menimbulkan kepanikan atau menyebabkan kerugian publik seperti memborong dan menimbun bahan kebutuhan pokok, masker, obat-obatan dan oksigen hukumnya haram.

Ketua MUI Kabupaten Cianjur K.H Abdul Rouf menjelaskan, hal tersebut tertuang dalam Fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2020.

“Termasuk memborong obat-obatan, vitamin, oksigen, yang menyebabkan kelangkaan sehingga orang yang membutuhkan dan bersifat mendesak, tidak dapat memperolehnya,”katanya Kamis 08/07/2021.

Abdul Rouf berujar, penimbunan kebutuhan pokok tidak diperkenankan walaupun dengan tujuan berjaga-jaga ataupun untuk persediaan.

“Penimbunan kebutuhan pokok tidak diperkenankan walaupun untuk tujuan jaga-jaga dan persediaan, sementara ada orang lain yang membutuhkan secara mendesak,”tuturnya.

Selain itu, MUI juga meminta pemerintah memastikan ketercukupan dan ketersediaan oksigen, obat-obatan, vitamin, serta kebutuhan pokok masyarakat secara merata serta melakukan langkah hukum terhadap orang yang memanfaatkan situasi pandemi untuk mencari keuntungan.

“Aparat sudah mengambil langkah darurat mengendalikan situasi, menjamin ketersediaan, mencegah penimbunan, dan menindak oknum yang mengambil keuntungan dalam kondisi susah,”ungkapnya.

Abdul Rouf menghimbau kepada seluruh masyarakat Cianjur, khususnya pengusaha, pedagang yang bersangkutan dengan bahan-bahan pokok untuk kesehatan agar tidak menimbun dan mempermainkan harga sehingga menimbulkan dampak yang sangat besar.

“Ayolah kita sama-sama saling jaga, peduli terhadap sesama, apalagi dimasa sulit seperti ini dihilangkan dulu egoisnya,”tandasnya.

Hasbi (Abie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *