Sesuai Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin Kekeh Adakan Pelajaran Tatap Muka

  • Whatsapp

 

BANJARMASIN, info banua.- Dinas Pendidikan (Disdik) Banjarmasin rupanya mantap untuk menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Pasalnya Disdik Banjarmasin telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) terkait rencana PTM yang akan dimulai 12 Juli 2021 tersebut.

SE bernomor 800/3214-Sekr/Dipendik/2021 perihal pelaksanaan PTM terbatas tahun ajaran 2021/2022 tersebut ditujukan kepada Kepala PAUD, SD hingga SMP seluruh Banjarmasin.

Ada sekitar 12 point penting yang dalam SE tersebut, dan salah satunya adalah terkait dengan pengaturan jumlah siswa di setiap rombongan belajar (rombel) atau kelas.

Untuk PAUD ditentukan jumlah siswa per rombel maksimal hanya lima orang per hari, dengan durasi pembelajaran maksimal dua jam.

Kemudian untuk SD, jumlah siswa per rombel maksimal 18 orang per hari dan maksimal waktu pembelajaran tiga jam per hari. Sementara untuk SMP maksimal 18 orang per harinya di setiap rombel, dengan durasi belajar maksimal empat jam.

“Maksimal 50 persen dari kapasitas rombel. Dan juga dengan sistem shift. Misalnya hari pertama PTM, kemudian besoknya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), bisa dengan pemberian tugas dan sebagainya,” kata Kepala Disdik Banjarmasin, Totok Agus Daryanto, Kamis (8/7).

Angka kasus Covid-19 di Banjarmasin sendiri dalam sepekan terakhir kembali mengalami lonjakan, dan meskipun demikian Totok menerangkan rencana PTM tetap akan dijalankan.

“Karena masih belum masuk zona merah, dan juga ada rekomendasi dari tim gugus tugas Covid-19 di Banjarmasin maka kita tetap pada rencana awal. Dan kalau memang nantinya Banjarmasin menjadi zona merah, baru kita off kan lagi PTMnya. Jadi kota berlakukan sistem on-off,” jelasnya.

Terkait dengan pengawasan serta evaluasi, dijelaskan Totok dilakukan oleh sekolah masing-masing dengan membentuk satgas Covid-19.

“Masing-masing sekolah ada satgasnya untuk memastikan protokol kesehatan berjalan dengan baik. Dan akan dievaluasi per minggu. Kalau nanti misalnya ada siswa atau warga sekolah yang terpapar Covid-19, bisa saja kita off kan sekolahnya selama beberapa waktu,” pungkasnya.

feb

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *