Tiga Oknum Satpol PP Kota Pematangsiantar Lakukan Pungli Dan Perbuatan Biadab Terhadap Seorang Juru Parkir Wanita

  • Whatsapp

Pematang Siantar, infobanua.co.id – Diduga karena tak diberikan Uang Aman-aman, sebesar Rp 10 Ribu, Tiga Oknum Satuan Polisi Pamong Praja Kota Pematangsiantar, berinisial STS, dan Dua Rekannya yang belum diketahui namanya diduga melakukan Pemerasan, dan Perlakuan Pelecehan Seksual terhadap Juru Parkir Wanita yang sudah berumur ujur.

Hal itu diketahui Wartawan, sekira pukul 22.00 WIB saat melintas di Jl.Sutomo, Kota Pematangsiantar tepatnya di Simpang Jl. Amoi. Ketiga Oknum Satpol PP tersebut sedang adu mulut dengan seorang Juru Parkir (Jukir) Wanita.

Saat didekati, ternyata Jukir Wanita ini tak terima dirinya dilecehkan dan kerap dimintai Uang Aman-aman setiap harinya, sebesar Rp 10 Ribu oleh STS.

Saat ditanyai Wartawan dilokasi, Jukir Wanita ini mengaku berinisial LS (57), Warga Jl Bali, Kota Pematangsiantar, yang sehari-harinya bekerja sebagai Juru Parkir (Jukir) di Jl. Sutomo dan Jl Amoi, Kota Pematangsiantar. Ia mengaku baru saja mendapat perlakuan pelecehan seksual dari STS dan Dua Rekannya sesama Satpol PP Kota Pematangsiantar.

Pelecehan Seksual yang dialami LS berawal dari perlakuan Honorer Satpol PP Kota Pematangsiantar berinisial STS, seperti biasanya kerap meminta Uang Aman-aman, sebesar Rp 10 Ribu setiap harinya kepada LS.

Namun saat malam kejadian itu, STS tidak datang sendiri melainkan bersama Kedua Rekannya yang juga Satpol PP dengan mengendarai sepeda motor, datang meminta Uang Aman-aman, sebesar Rp 10 Ribu.

Dikarenakan Kendaraan yang parkir sedang sepi dilokasi yang dijaga LS, ia berjanji akan memberikan keesokan harinya ke STS. Mendengar ucapan LS itu, STS dan Kedua Rekannya yang diduga sudah dipengaruhi minuman beralkohol tersebut mendekati LS lalu meraba-raba tangan dan perut LS.

Tak hanya sebatas itu, perbuatan biadab Ketiganya berlanjut dengan menyuruh LS untuk mencium tangan ketiganya.

Tak terima harga dirinya direndahkan, LS pun berontak sembari memaki-maki Ketiga Oknum Satpol PP ini hingga mengundang perhatian sekitar, dan Pengendara yang melintas dilokasi.

“Kau kira aku perempuan murahan, meskipun aku susah aku punya harga diri, kulaporkan kalian ke Polisi,” ucap LS sembari meneteskan air mata.

Mendengar ancaman LS, Ketiganya bukan malah mengakui dan meminta maaf, justru balik menantang LS agar melaporkannya ke Polisi.

“Laporkan saja ke Polisi, gak takut kami,” kata LS menirukan ucapan Ketiganya.

Mendengar itu, LS berjanji akan melaporkan Ketiga Oknum Satpol PP Pemko Pematang Siantar ini ke Polisi dengan terlebih dahulu berembuk dengan keluarganya.

Sementara, Ketiga Oknum Satpol PP ini saat ditanyai Wartawan justru bak bergaya preman mengatakan bahwa permasalahan antara mereka dengan wanita lansia ini bukan urusan Wartawan.

“Gak ada urusan Wartawan disini,” kata salah seorang dari Ketiga Oknum Satpol PP sembari tercium aroma minuman beralkohol dari Mulutnya.

Namun saat kembali ditanyai tentang Pengakuan LS, Ketiganya kembali menantang Wartawan untuk mengadukan hal tersebut ke Polisi.

“Gak takut kami, adukan saja sama Polisi,” ujarnya.

Anehnya, saat wartawan berusaha menghubungi polisi, Ketiga Oknum Satpol PP ini langsung menghidupkan mesin sepeda motornya, dan langsung tancap gas.

Menindak lanjuti ulah Ketiga Anak Buahnya, Kasatpol PP Kota Pematangsiantar, Robert Samosir, Kamis, (08/07/2021), saat dikonfirmasi via seluler terkesan buang badan dengan mengatakan agar Korban melaporkan perbuatan ketiganya ke Polisi.

“Laporkan saja ke Polisi, kalau ada Anggota saya yang memeras,” ujar Robert Samosir terkesan mengamini perbuatan biadab ketiga anggotanya tersebut.

Namun saat dikirimi video dan foto Ketiga Anggotanya saat kejadian itu, Robert Samosir berjanji memberikan teguran kepada anggotanya.

“Terima Kasih infonya, akan kami buatkan surat teguran dan bila pengaduannya sudah dibuat ke Polres mohon ditembuskan ke kami ya,”
ujar Robert Samosir mengakhiri.

(AG-William/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *