Wisata Muara Kanoco Batola Dilakukan Budidaya Kopi Liberika

  • Whatsapp

Marabahan, infobanua.co.id – Lokasi Wisata Muara Kanoco Kecamatan Anjir Muara, Kabupaten Barito Kuala (Batola), mendapat kunjungan Pj Gubernur Kalsel Safrizal ZA, Jumat (02/06/2021). Kehadiran Pj Gubernur dan isteri, beserta Ketua DPRD Provinsi H Supian HK dan isteri, serta beberapa pimpinan SKPD provinsi ini dalam rangka penanaman budidaya Kopi Liberika sekaligus melepasliarkan Bekantan di Pulau Curiak.

Rombongan yang diterima Bupati Batola Hj Noormiliyani AS, Wakil Bupati H Rahmadian Noor, dan para anggota forkopimda beserta jajaran ini disambut tarian Mahelat Lebo. “Lokasi ini sangat potensial untuk budidaya kopi liberika. Mengingat jenis kopi ini sangat cocok di lahan yang hanya memiliki ketinggian antara 3 hingga 9 meter,” ucap Safrizal ZA. Pria asal Aceh ini mengaku cukup mengenali kopi karena sangat menyukai jenis minuman ini. “Dalam sehari saya bisa minum 10 hingga 14 kali. Karenanya saya tergolong maniak kopi,” selorohnya.

Untuk itu, dengan budidaya biji kopi liberika di lokasi Taman Buah Lokal Wisata Kanoco ini Safrizal pun sangat mengapresiasi. Ia menerangkan, jenis kopi liberika kendati belum begitu populer di Indonesia namun sudah mulai dikenal khususnya di Jakarta yang namanya tidak begitu berbeda dengan jenis kopi lainnya seperti arabika, robusta, dan ekselsa.

Dengan spesifikasi lahan yang sangat cocok, Pj Gubernur berharap, Batola dapat menjadi sentra komoditas kopi liberika Kalsel. Bukan hanya mentah namun juga berbentuk produk hingga penyajian.“Saya berharap di bawah binaan ibu Noormiliyani para petani kopi di sini menjadi khasnya Kalsel dan menjadi hak paten sehingga jika ingin minum bisa datang langsung ke Batola yang dilengkapi tempat minum yang bagus,” pesannya.

Terkait pelepasliaran Bekatan di lokasi Bekatan Research Centre Pulau Curiak, Safrizal berharap, melalui Yayasan Sahabat Bekatan Indonesia (YSBI) yang diketuai Amalia Rezeki, mampu meningkatkan populasi hewan khas Kalimantan ini. “Karena jenis hewan andemik ini jumlahnya sangat tebatas kita harapkan habitat ini terus dikembangkan agar keberadaanya tetap lestari hingga anak cucu mendatang,” ucapnya sembari menambahkan, sebagai bentuk perhatian ia sudah menandatangani hibah untuk YSBI sebesar Rp350 juta guna pembangunan beberapa gazebo, restorasi mangrove rambai, dan untuk kebutuhan sosialisasi serta penelitian eco wisata.

Bupati Batola Hj Noormiliyani AS menyatakan cukup tertarik atas kehadiran kopi liberika. Namun yang agak ia khawatirkan dengan adanya budidaya akan berpengaruh terhadap komoditi lain yang selama ini sudah berhasil bahkan beberapa di antaranya menjadi sentra seperti padi dan buah-buahan berupa jeruk, rambutan, nanas, dan lainnya.

Mantan Ketua DPRD Provinsi Kalsel ini menyatakan, jika kehadiran jenis kopi ini bisa berpengharuh maka sebaiknya lahannya dicadangkan di lokasi lain di 17 kecamatan yang ada di Batola.Dwi Putra, dari Biji Kopi Borneo mengutarakan, kopi liberika dikenal sebagai kopi khas gambut karena kemampuan untuk beradaptasi serta toleran terhadap serangan hama dan iklim panas maupun kelembaban tinggi.

Kopi liberika, tambah Dwi, biasa ditanam tumpang sari dengan tanaman lain, terkecuali sawit. Jenis kopi ini memerlukan naungan atau dapat menjadi tanaman pelindung untuk mengurangi intensitas matahari sampai di kanopi daun. Selain itu tanaman ini tidak rakus air dan tidak merusak tata kelola hidrologi gambut. “Batola memiliki banyak lahan gambut maka sangat cocok menjadi komoditi utama kopi jenis liberika,” paparnya.

Nang/IB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *