Dua Anggota DPRD Bone Hampir Adu Jotos Dalam RDUP di Ruang Rapat Paripurna Terkait Dana PEN

  • Whatsapp

Bone, infobanua.co.id – Terkait aspirasi para mahasiswa PMI cabang Bone dan Dema IAIN Bone yang mempertanyakan tentang pinjaman dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) oleh pihak pemerintah daerah di DPRD , maka di gelarlah rapat dengar pendapat umum (RDPU) di ruang paripurna DPRD Bone. Kamis (08/7/2021)

Rapat yang dipimpin langsung ketua DPR Bone Irwandi Burhan di dampingi .Kabag Persidangan dan perundang undangan Isham Samin SP.MM dan Sekretaris Dewan A. Alimuddin sekaligus di hadiri 45.anggota Dewan juga beberapa pemerintah daerah dalam hal ini Bapeda. Keuangan, PU , insfektorat , Kabag hukum dan ahli hukum dan ahli ekonomi

Awal berlangsungnya rapat memang sudah alot , namun tiba tiba ribut akhirnya ricuh bahkan yaris adu jotos antara Andi Muh. Salam legeslator dari Partai Nasde dan H. Syaifullah Legislator dari Partai PBB

Dari pandangan H. Syaifullah mengatakan hendaknya rapat yang berlangsung hari ini tidak boleh keluar dari subtansi apa yang ingin dibahas
“Saya berani sumpah pocong jika ada konspiratif “kata Syaifullah

Sedangkan A. Muh. Salam menyatakan bahwa kasihan masyarakat Bone jika harus menanggung bunga dari pinjaman PEN karena dalam pembahasan tidak ada bunga, janganlah membohongi rakyat atau bersandiwara

“InsyaAllah, lillahitaala saya bersumpah apa yang saya sampaikan tadi memang begitu yang sebenarnya tidak ada retorika apalagi sandiwara yang kelak akan kita pertanggung jawabkan dunia akhirat” tegas Andi lilo panggilan akrabnya

Sebagai anggota DPR Bone andi Salam juga sebagai salah satu anggota BANGGAR menyampaikan bahwa dana pen tidak pernah disampaikan ke DPR tiba tiba muncul bunga 6,19% dalam pinjaman tersebut.

Namun disisi lain pihak pemerintah mengatakan jika dana pen dibatalkan kemungkinan APBD perubahan tidak bisa di tetapkan di tahun 2021

Karena begitu besarnya pengaruh dana tersebut sebab memberi pengaruh besar terhadap infrastruktur yang ada di kab Bone olehnya itu pen ini hadir sebagai stimulan jadi dengan ajuan dana pen ini untuk mengatasi masalah fisik dan menjadi tanggung jawab kita semua .

Dengan apa yang di sampaikan pemerintah a.salam melihat bahwa jika dana pen di paksakan seolah olah dana pinjaman ini wajib.

Dari kedua legislator yang berbeda pandangan ini berujung saling mengeluarkan kata kata yang tak sepantasnya terjadi di ruang rapat tersebut

“Apa..!! ada apa,setiap saya bicara kamu selalu potong pembicaanku ” ujar Syaiful sambil berdiri membanting kan botol akuanya.

Sebaliknya a. Lilo juga mengatakan ” Maju kesini
Lalu keduanya berdiri ingin saling adu jotos untung legislatif lainnya cepat melerai keduanya yang sudah di kuasai dengan emosi yang tinggi
dan akhirnya rapatpun di hentikan sejenak untuk meredam suasana di ruang rapat paripurna DPRD Bone

Memang diakui sejak awak rapat di mulai keduanya tidak pernah akur dalam penyampaian pandanganya (RDUP) terlihat keduanya sudah emosi dibanding praksi2 lainnya (A.Ida )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *