Masa PPKM Darurat, Dinbudpar Rembang Lakukan Perawatan Dan Perbaikan Museum RA Kartini

  • Whatsapp
Museum RA Kartini jadi tempat ikonik di Kota Rembang

Rembang, Infobanua.co.id – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Rembang Jawa Tengah mengalokasikan sejumlah dana untuk merawat dan mempercantik destinasi bersejarah Museum RA Kartini.

Selama ditutup karena adanya penerapan PPKM Darurat, Museum RA Kartini Rembang mendapat sejumlah perawatan dan perbaikan.

Adapun perawatan yang dimaksud antara lain, fumigasi, termite control (penyemprotan rayap), dan pengecatan ulang di beberapa bagian museum. Perbaikan juga dilakukan di bagian gapura, taman depan, taman belakang, dan air mancur.

Selain itu, bagian-bagian lain yang diperbaiki yakni, pintu, kusen, jendela, penambahan kaca di belakang museum, serta perbaikan atap yang bocor.

Kasi Sejarah, Museum, dan Kepurbakalaan Dinbudpar Rembang, Retna Dyah menjelaskan, perawatan dan perbaikan Museum RA Kartini sudah berjalan sejak pertengahan Juni 2021 lalu dan selesai pada awal Juli 2021 ini. Ia mengaku, pihaknya telah menggelontorkan Rp140 juta dari Dana Alokasi Khusus (DAK) agar tempat ikonik Kabupaten Rembang tersebut tetap terawat dengan baik.

“Khususnya buat nyemprot rayap. Karena barang-barang koleksi di sini kan rata-rata berbahan dasar kayu, rentan dimakan rayap,” kata Ratna kepada awakmedia, Kamis pagi (8/7/2021).

” fumigasi dan termite control sendiri sudah dilakukan sejak Mei 2021 lalu. Rencananya, perawatan museum dari rayap dan segala jenis hama ini akan rutin dilakukan setiap bulan hingga akhir tahun 2021 mendatang” Jelas Ratna.

Ratna menambahkan, bahwa dengan adanya PPKM Darurat dioptimalkan betul oleh pihaknya untuk merenovasi Museum RA Kartini. Di samping untuk melindungi benda-benda bersejarah, perawatan dan perbaikan bertujuan agar Musem RA Kartini tampak semakin elok. Sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Khususnya untuk menumbuhkan kebanggaan masyarakat Rembang terhadap bangunan ikonik nan bernilai historis tinggi tersebut.

“Di sini ada sekitar 174 koleksi yang rata-rata dari kayu. Ke depan kita akan rutin rawat dan bersihkan, ya, supaya terus terjaga. Agar indah dan makin banyak yang berkunjung,” Ungkap Ratna. ( WN – Cahyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *