Kapolres Nias Diminta Segera Tangkap RN Hulu

  • Whatsapp

Gunungsitoli, Infobanua.co.id – Junianti Nehe, pelapor atas dugaan tindak pidana penganiayaan dengan laporan polisi nomor : STPLP/33/II/2021/NS, tertanggal 09 Februari 2021, dengan korban Emanuel Harefa (41) yang tak lain adalah suaminya sendiri, meminta Kapolres Nias untuk dapat segera menemukan keberadaan serta mengamankan Rahmad Nuzlan Hulu (RNH) terduga pelaku.
Hal itu disampaikan Junianti Nehe kepada wartawan, (11/7).

“Tersangka telah ditetapkan sebagai tersangka dan juga telah masuk didalam daftar pencarian orang (DPO). Saya memohon kepada Bapak Kapolres Nias agar lebih serius lagi untuk segera menemukan dan menangkap pelaku,” harapnya.

Lanjut dia, kasus dugaan penganiayaan terhadap suaminya (korban) yang dilaporkannya sejak bulan Pebruari silam, pelaku masih belum juga diamankan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Perbuatan tersangka yang menikam suami saya dengan luka cukup serius dan hampir saja merenggut nyawa suami saya, jujur kami masih trauma dengan kejadian itu, tersangka bebas berkeliaran diluar sana, hal ini membuat kami tidak tenang dalam menjalankan segala aktivitas dan kami selalu dihantui rasa ketakutan” ujarnya.

“Saya memohon kepastian penegakan hukum kepada Bapak Kapolres Nias, dengan menangkap pelaku penikam suami saya” pungkasnya.

Kapolres Nias, AKBP Wawan Iriawan, melalui Ps. Humas Polres Nias, AIPTU Yadsen Hulu yang dikonfirmasi wartawan, membenarkan jika tersangka Rahmad Nuzlan Hulu (28), telah masuk daftar pencarian orang (DPO) sesuai surat nomor : DPO/22/VI/2021/Reskrim, tanggal 28 Juni 2021.

“RNH sebagai tersangka saat ini berstatus DPO. Hingga saat ini, petugas masih terus melakukan pencarian kepada tersangka,” kata Yadsen melalui pesan singkat whatsapp, Minggu (11/07/2021) siang.

Dia berharap, agar tersangka tidak mempersulit dan bersikap koperatif dengan menyerahkan diri. Demikian juga kepada keluarga tersangka agar dapat membantu menghimbau pelaku menyerahkan diri. Demikian juga kepada warga masyarakat yang mengetahui keberadaan tersangka dapat memberikan informasi kepada Penyidik kepolisian.

” Kami sampaikan (kepada tersangka), agar jangan mempersulit proses hukum dan agar menyerahkan diri secara baik baik, sebelum kami mengambil tindakan yang lebih tegas,” pungkas Yadsen. (Arman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *