Wakil Ketua DPD MIO Pematang Siantar Minta Kapolresta Siantar Transparansi Terhadap Jurnalis

  • Whatsapp

Simalungun, infobanua.co.id. – Wakil Ketua DPD Media Independen Online (MIO) Siantar-Simalungun Benget Sinaga, SH., Berharap kepada Kapolres Pematang Siantar AKBP Boy Sutan Binanga Siregar, S.IK., dan Kasat Narkoba, AKP Kristo Tamba supaya tegas dan transparan dalam melaksanakan tugasnya sebagai Aparat Penegak Hukum di kepolisian Polres Pematang Siantar dalam pelayanan publik dan juga supaya menghiraukan Surat Edaran Komjen Ari Dono Sukmanto pada saat beliau menjabat sebagai Kabareskrim di Mabespolri, yang telah memberikan petunjuk pelaksanaan rehabilitasi pecandu dan korban penyalahgunaan Narkotika kepada jajarannya.

Surat Edaran di terbitkan oleh Bareskrim Mabes Polri pada hari kamis, 15 Februari 2018 silam, dengan Nomor SE/01/II/Bareskrim.

Dimana pada saat itu Komjen Pol Ari Dono Sukmanto memberikan sejumlah poin pertimbangan tentang pelayanan rehabilitasi Pecandu dan Korban Penyalahgunaan Narkotika ke dalam rehabilitas medis maupun sosial.

Pertimbangan pertama, rehabilitasi diberikan kepada Pecandu Korban Penyalahgunaan Narkotik yang melaporkan diri sendiri atau dilaporkan oleh orang tua kepada Institusi penerima wajib lapor.

Dan pertimbangan kedua, Komjen Pol Ari Dono Sukmanto juga memberikan rehabilitasi kepada Tersangka yang tertangkap dengan bukti hasil pemeriksaan urine positif, tanpa ditemukan barang bukti.

Komjen Pol Ari menyatakan dalam dua pertimbangan itu supaya tidak dilakukan proses penyelidikan terhadap Pecandu atau Korban Penyalahgunaan Narkotika. Ari Dono Sukmanto menegakkan, penyidik hanya diizinkan melakukan interogasi untuk mengetahui asal-usul narkotika yang diperoleh si Pecandu Korban Penyalahgunaan Narkotika tersebut.

Pertimbangan terakhir, rehabilitasi diberikan kepada Tersangka yang tertangkap tangan dengan bukti hasil pemeriksaan urine positif, serta ditemukan barang bukti narkotika dengan ditemukan barang bukti berupa Narkoba dengan jumlah tertentu. Komjen Pol Ari menyatakan proses penyidikan tetap dilaksanakan, dan rehabilitasi dapat diberikan berdasarkan analisa penyidik.

Selanjutnya, untuk penanganan Tersangka diluar tiga pertimbangan tersebut, Komjen Pol Ari Dono Sukmanto meminta supaya dilakukan sesuai dengan manajemen penyidikan yang berlaku. Komjen Pol Ari juga menegaskan supaya seluruh jajarannya melakukan proses penyidikan sesuai dengan prosedur yang berlaku di NKRI.

Komjen Pol Ari juga menjelaskan, kalau Surat Edaran tersebut memiliki jumlah batas ukuran barang bukti, termasuk Satu Barang Bukti, berupa Narkotika, Jenis Sabu, seberat 0,9 Gram, yang masuk dalam rehabilitasi. Hal ini juga dikuatkan berdasarkan Pasal 127, UU Nomor 35, Tahun 2009, tentang Narkotika. Demikian penjelasannya saat Acara Rakernis di Hotel Marcure Ancol, Jakarta Utara.

Berdasarkan Surat Edaran yang diterbitkan oleh Bareskrim Mabes Polri, Wakil Ketua DPD Media Independen Online (MIO) Siantar Simalungun, Benget Sinaga, SH., berharap dan meminta dengan tegas supaya Kapolresta Kota Pematang Siantar bersikap dengan tegas dan transparansi dalam memberikan pelayanan terhadap publik.

“Kita harapkan kepada AKBP Boy Sutan Binanga Siregar selaku Kapolresta Pematang Siantar, dan AKP Kristo Tamba selaku Kasat Narkoba, dapat memahami dan mengkaitkan Surat Edaran yang diterbitkan oleh Komjen Pol Ari Dono Sukmanto tentang Rehabilitasi Pecandu Korban Penyalahgunaan Narkoba dengan terjadinya penangkapan terhadap Seorang Warga Pematang Siantar, Rabu, 09/06/2021) bulan lalu. Kita juga berharap dan meminta dengan tegas supaya Kapolresta Pematang Siantar tetap transparan dalam melaksanakan tugasnya sebagai Anggota Polri yang profesional terhadap pelayanan publik, bukan menuding Jurnalis dengan bahasa mengintervensi disaat Jurnalis hendak melakukan Investigasi dengan Kasat Narkoba, serta bukan memblokir WhatSaPP Sang Jurnalis dikarenakan menerbit pemberitaan tentang Kapolres Pematang Siantar,” pungkasnya.

(AG-William/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *