Wali Kota Banjarbaru Ambil Kebijakan Tunda Pembelajaran Tatap Muka

  • Whatsapp

Banjarbaru, infobanua.co.id – Sebelum memutuskan PTM tanggal 12 Juli 2021, Pemkot Banjarbaru sudah menerima informasi dari Ikatan Guru, PGRI, Ikatan Doktek Anak juga BPBD dan Dinkes terkait kesiapan sekolah melaksanakan PTM.  Diketahui, melalui berbagai masukan dan pertimbangan, sejumlah sekolah bersedia melaksanakan PTM yang terdiri dari 83 lembaga Pendidikan Anak Usia Dini, 32 sekolah dasar dan 23 SMP yang tersebar di Banjarbaru.

 

Hal tesebut disampaikan Wali Kota Banjarbaru HM Aditya Mufti Ariffin untuk menunda Pembelajaran Tatap Muka (PTM), seluruh jenjang pendidikan sampai batas waktu yang belum ditentukan guna mencegah penularan Covid-19.

 

“Kami memutuskan menunda PTM seluruh sekolah di Banjarbaru sesuai pernyataan Penjabat Gubernur Kalsel yang belum membolehkan sekolah di Kalsel melaksanakan PTM,” kata Aditya.

 

Aditya mengatakan, sebagai tindak lanjut dari keputusan itu akan diterbitkan Surat Edaran Wali Kota yang akan menjadi dasar hukum bagi setiap sekolah untuk tidak melaksanakan pembelajaran tatap muka.

 

“Kesiapan sekolah itu ditindaklanjuti pembentukan tim dari Dinkes dan BPBD untuk memantau kesiapan, tetapi, ternyata diputuskan penundaan PTM sehingga kami mematuhi aturan Pj Gubernur,” ungkapnya.

 

Dijelaskan Ovie sapaan akrab Walikota Banjarbaru, sebelumnya direncanakan PTM akan dilaksanakan mulai tanggal 12 Juli 2021 tetapi setelah adanya pernyataan Pj Gubernur Kalsel karena melihat tingginya penularan Covid-19 sehingga belajar di sekolah ditunda.

 

“Kami memahami keputusan yang diambil Pj Gubernur Kalsel dan juga tidak ingin jika PTM dilaksanakan malah menjadi biang meningkatnya penyebaran Covid-19 di Banjarbaru,”  tuturnya.

 

Yus/IB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *