Dosen PT Swasta Kuningan Ditahan

  • Whatsapp

Terkait Kasus KorupsibTPQ – Madin

Pekalongan, infobanua.co.id – Kejari Kab Pekalongan kembali melakukan penahanan atas kasus korupsi Bantuan Covid TPQ – Madin. Kali ini Penyidik Kejaksaan Kabupaten Pekalongan, melakukan penahanan terhadap ZA berprofesi sebagai dosen Perguruan Tinggi swasta di Kabupaten Kuningan .

Tersangka ZA yang kini dititipkan di Rutan Polres Pekalongan menjanjikan kepada tersangka KN mampu menyelesaikan kasus dugaan Korupsi Bantuan Operasional penanganan Covid-19 untuk TPQ dan Madin yang ditangani Kejaksaan Kabupaten Pekalongan. Untuk meyakinkan, ZA mengaku sudah komunikasi dengan pejabat di Kejaksaan Tinggi bahkan Kejaksaan Agung.

Selain itu, ZA mengaku sudah menemui pihak Kejaksaan dengan hasil kasus TPQ -Madin akan ditetapkan Surat Penetapan Penghentian penyidikan (SP3). Dengan alasan tersebut, ZA meminta agar KN tidak memenuhi panggilan Kejaksaan Kabupaten Pekalongan hingga akhirnya ditetapkan buronan.

“Kita sudah amankan ZA karena telah menghalang halangi proses penyidikan. Bahkan meminta kepada KN dan keluarga agar tidak memenuhi panggilan penyidik,” kata Kajari Kabupaten Pekalongan, Abun Hasbullah Syambas kepada awak media.

Tersangka ZA, lanjut Kajari, juga sudah meminta sejumlah uang kepada keluarga KN dengan alasan untuk mengkondisikan kasus Bantuan TPQ Madin. Adapun dari keterangan keluarga dan tersangka KN sudah menyerahkan uang pertama Rp 50 juta, kemudian Rp 80 juta, Rp 20 juta dan Rp 16 juta.

“Uang yang sudah diserahkan keluarga KN kepada tersangka ZA total sudah mencapai Rp 250 juta. Untuk tersangka ZA kita amankan di rumahnya saat bertemu keluarga KN, ” lanjutnya.

Selain melakukan penahanan terhadap tersangka ZA, Penyidik Kejaksaan Kabupaten Pekalongan juga menyita satu unit mobil Grand Max yang digunakan pelaku untuk membawa tersangka KN bersama keluarga ke wilayah Batang. Mobil tersebut dijadikan sebagai barang bukti karena digunakan pelaku.

“Atas perbuatannya, ZA dikenakan pasal 21 KUHP ancaman hukuman minimal 3 tahun penjara. Karena telah menghalang halangi proses penyidikan, ” tandasnya. (Simbah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *