Tetap Ada Pengendara Bandel Yang Tidak Pakai Masker di Kota Blitar

  • Whatsapp
Petugas menghentikan pengedara sepeda motor yang tidak memakai masker.

Blitar, Infobanua.co.id – Petugas gabungan Kota Blitar, yang terdiri dari Polres Blitar Kota, Kodim 0808 Blitar dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Blitar, mengelar operasi yustisi pendisiplinan protokol kesehatan pencegahan penyebaran covid-19 di jalan Cemara, Kota Blitar, Senin 12 Juli 2021.

Sebanyak 13 orang pengendara pelanggar dikenai sanksi tindak pidana ringan (tipiring) dan mengikuti sidang di tempat secara virtual.

Plt.Kepala Satpol PP Kota Blitar, Hadi Maskun, mengatakan, para pelanggar yang dikenai sanksi tipiring, didominasi oleh mereka yang tidak memakai masker saat berkendara.

“Dalam operasi kali ini, kami melakukan sidang di tempat secara virtual dengan jaksa dan hakim di kantor Kelurahan Karangsari, jalan Cemara, Kota Blitar,” kata Plt Kepala Satpol PP Kota Blitar, Hadi Maskun.

Menurut Hadi Maskun, ada 13 orang pelanggar yang dikenai sanksi tipiring dan mengikuti sidang di tempat secara virtual.

Para pelanggar didominasi oleh mereka yang tidak memapakai masker atau pakai masker tapi tidak benar.

“Mereka pakai masker, tapi posisinya di plorotkan kedagu dan kami tetap menindaknya,” jlentrehnya.

Lebih dalam Hadi Maskun menuturkan jika kasus covid-19 di Kota Blitar masih mengalami peningkatan yang sangat signifikan.

Untuk itu, Satpol PP bersama Polri dan TNI berupaya melakukan pendisiplinan penerapan protokol kesehatan (protkes) terhadap warga masyarakat.

“Dengan memberiakan sanksi tipiring diharapkan warga masyarakat semakin patuh untuk menerapkan protokol kesehatan,” terangnya.

Selanjutnya Hadi Maskun menjelaskan, selama pelaksanaan PPKM Darurat, tingkat kepatuhan warga masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan juga meningkat.

Meskipun begitu, tetap masih ada warga masyarakat yang mengabaikan menerapkan protokol kesehatan dengan benar dan tepat ketika beraktivitas di luar rumah.

“Pelanggaran tetap masih ada, namun kami terus berupaya menggencarkan sosialisasi dan operasi yustisi serta mematikan lampu di jalan umum saat malam hari untuk ikut meningkatkan kepatuhan warga masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan,” pungkasnya. (Eko.B). 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *