Hadiri Undangan Komunitas Turis Lokal Dari Medan Terpapar Covid-19

  • Whatsapp

 

Banjarmasin, info banua.- Prosedur penanganan Covid-19 di Banjarmasin, dikeluhkan oleh salah seorang warga Medan yakni Minggus Harianto.

Minggus sendiri datang ke Banjarmasin pada Jumat (9/7) untuk menghadiri sebuah undangan di salah satu hotel.

Usai menghadiri acara undangan sebuah komunitas tersebut, Minggus pun berencana pulang pada Minggu (11/7).

Terkait dengan kepulangannya, Minggus pada Sabtu (10/7), melakukan pemeriksaan PCR di salah satu klinik di Banjarmasin.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Minggus pun mendapatkan dua surat. Namun satu menyatakan positif Covid-19, namun satu lagi menyatakan positif saja.

Alhasil Minggus pun tak bisa berangkat, sementara tiket kepulangannya ke Medan pun akhirnya hangus.

Lantas Minggus pun memutuskan untuk melapor ke hotel tempatnya menginap, dengan harapan bisa mendapatkan penanganan lebih lanjut.

“Sebagai warga negara yang baik, saya pun melapor ke pihak hotel. Tapi saya kecewa karena hotel berbintang empat tempat saya menginap itu terkesan tidak ada respon dan hanya melakukan penyemprotan disinfektan. Akhirnya saya keluar dari hotel, dan mencari hotel lain yang lebih murah untuk melanjutkan isolasi mandiri,” ujar Minggus.

Minggus menambahkan karena baru melakukan pertemuan dengan salah satu komunitas, dirinya pun khawatir telah terjadi penularan.

Untuk itulah Minggus kemudian berusaha mengontak Satgas Covid-19 Banjarmasin, termasuk juga menghubungi berbagai nomor aduan.

Namun sayangnya dari sekian banyak nomor yang didapatnya, ternyata tidak ada satupun yang tersambung apalagi memberikan respon.

“Saya hubungi nomor-nomornya, yang sekiranya bisa membantu atau melakukan penanganan dalam keadaan emergency. Termasuk Satgas Covid-19 dan juga Dinas Kesehatan Banjarmasin. Karena sebagai warga negara yang baik, saya juga ada tanggung jawab untuk melapor dengan harapan mencegah terjadinya penularan dan bisa dilakukan tracking. Kalau saya diamkan saja tentu akan semakin memperparah. Tapi untungnya teman-teman saat hadir di pertemuan aman saja,” jelasnya.

Untuk itu pula, Minggus pun juga mempertanyakan protap atau prosedur penanganan Covid-19 di Banjarmasin.

“Saya bukannya mau menghujat, tapi hanya memberikan masukan terhadap penanganan Covid-19 di Banjarmasin. Harusnya ada protap yang jelas misalnya juga berkoordinasi dengan pihak hotel, apabila ada tamu hotel yang terpapar Covid-19 kemudian penanganan selanjutnya,” katanya.

Meskipun tidak mengalami gejala demam hingga hilangnya indra penciuman, namun Minggus mengaku dirinya merasakan gejala batuk.

Untuk itulah, Minggus pun berharap instansi terkait bisa membantunya terutama mendapatkan pengobatan dan sebagainya.

“Saya berharap bisa dibantu untuk mendapatkan penanganan medis yang baik. Apalagi saya juga perantau, kalau bisa dibantu dilakukan juga pemeriksaan ulang PCR untuk mengetahui secara pasti apakah saya memang positif Covid-19 dan juga membantu kepulangan saya. Jujur saya sudah mulai stress juga, apalagi sudah kehabisan uang juga karena biaya melakukan isolasi mandiri, biaya PCR dan tiket pulang pun sudah hangus,” katanya.

Dibeberkan juga oleh Minggus, apabila masih belum ada respon berarti maka dirinya pun akan nekad mendatangi Balai Kota Banjarmasin.

“Rencananya saya akan ke kantor Wali Kota (Banjarmasin, red) besok pagi. Karena saya bingung harus kemana lagi melapor,” tutupnya.

Terpisah Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin, Machli Riyadi menerangkan apabila ada warga yang terpapar Covid-19 dipersilahkan segera melaporkan ke puskesmas terdekat.

“Termasuk juga untuk warga yang berasal dari luar Banjarmasin bisa melaporkan ke puskesmas terdekat. Selanjutnya akan dilakukan penanganan, misalkan tidak ada tempat yang layak melakukan isolasi mandiri, maka bisa kita antarkan ke rumah karantina Covid-19 di Banjarbaru,” pungkasnya.

feb

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *