Menjelang Idul Adha, Pemkab.Blitar Siapkan Petugas Pemantau Hewan Kurban

  • Whatsapp
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Pemkab Blitar, Adi Andaka.

Blitar, Infobanua.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar telah menyediakan 254 orang petugas pemantau hewan kurban, dalam menyongsong hari raya Idul Adha 1442 H / 2021 M. Dan mereka akan menjalankan tugasnya dari tanggal 19 hingga tanggal 23 Juli 2021 mendatang.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Pemkab Blitar, Adi Andaka, mengatakan, sebanyak 254 orang petugas tersebut terdiri dari 45 orang dokter hewan, 67 orang petugas paramedis dan veteriner serta 140 orang relawan.

Sedang relawan tersebut berasal dari takmir masjid, kalangan akademisi dan ormas Islam.

“Jadi muaranya adalah kami tempatkan satu Desa satu petugas pemantau. Dan 06 orang petugas di tiga Rumah Pemotongan Hewan, di Srengat, Wlingi dan Kademangan,” kata Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Pemkab Blitar, Adi Andaka, Rabu 14-07-2021.

Menurut Adi, petugas akan tersebar di pasar hewan dimana tempat penjualan hewan kurban dan dibeberapa Masjid yang telah menyiapkan hewan kurban pada Senin 19 Juli 2021. Pada hari itu juga para petugas akan melakukan pemantauan ante mortem atau kondisi fisik luar hewan yang akan dijadikan kurban.

Sedangkan pemeriksaan post mortem akan dilakukan pasca penyembelihan hewan kurban sebelum dibagikan kepada warga masyarakat, dari tanggal 20 hingga tanggal 23 Juli 2021.

“Selain untuk memastikan semua hewan kurban sehat, aman, utuh dan halal, kami juga meningkatkan kewaspadaan terhadap temuan penyakit antraks yang ada di Kabupaten Tulungagung,” jlentrehnya.

Selanjutnya Adi menerangkan bahwa, pihaknya telah mengirimkan Surat Edaran Nomor 524/784/409.115.2/2021 terkait Pelaksanaan Kegiatan Kurban Selama Pandemi covid-19. Di antaranya berisi petunjuk proses penyembelihan hewan kurban sebaiknya dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) terdekat. Selain gratis, RPH memberi waktu mulai tanggal 20 hingga 23 Juli 2021 untuk penyembelihan hewan kurban.

“Seyogyanya pemotongan hewan dilakukan di RPH. Pada tahun 2020 lalu ada 1.400 lebih Sapi dan 16 ribu ekor Kambing, memang tidak mungkin jika semua di RPH. Untuk itu solusinya, kami tempatkan petugas dan protokol kesehatan harus disiplin untuk dijalankan,” tegasnya.

Akhirnya Adi meminta agar semua petugas wajib memakai masker. Lokasi penyembelihan wajib menyediakan sarana air bersih yang mengalir. Dan pendistribusian daging hewan kurban sebaiknya langsung diantar ke rumah warga masyarakat untuk menghindari kerumunan orang banyak. (Eko.B) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *