Pelaku Pembunuhan Darmanto, Di Nilai Warga Sekitar Mempunyai Berprilaku Aneh

oleh -1 views
Rumah kontrakan pelaku yang sekarang sepi hanya ada 2 ekor anjing yang menjaga rumah tersebut. (nal/brt).

Sampit,Infobanua.co.id – Warga sekitar rumah tempat tinggal pelaku berinisial Ama (30) pembunuhan Darmanto menilai berprilaku aneh, hal ini setelah infobanua Sampit melakukan investigasi dilapangan kepada warga Jaya Karet, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Samuda pada Selasa (13-07-2021).

Seperti yang diungkapkan keluarga pemilik rumah yang disewa pelaku pembunuh Darmanto, Muslimah kepada infobanua Sampit. Dari penuturannya kalau pelaku ini menurut pengakuan istri pelaku kalau malam tidak pernah tidur, pelaku sering keluar malam sekitar pukul  01.30 WIB sampai subuh.

Masih pengakuan Muslimah, kalau pelaku ini tinggal dirumah kontrakannya sudah 6 bulan, namun pelaku menunggak pembayaran sewa atau kontrak rumah selama 3 bulan. Setelah ditagih sewa rumah oleh anaknya, pelaku mengatakan belum mempunyai uang.

“Sering juga pelaku ini meminjam uang dengan saya,oleh suaminya disuruh untuk mengasih alasan suami saya mungkin dia ngga punya beras atau lainnya.”Ujar Muslimah.

Warga Jaya Karet sudah banyak mengetahui prilaku aneh pelaku ini, dan warga Jaya Karet mengakui sering kehilangan buah pisang yang masih berada di pohon. Sebelum kejadian pembunuhan yang menimpa Darmanto, Ali pemilik warung makan di depan SPBU mengakui Darmanto sering makan bersama temannya.

Ali mengaku korban pembunuhan ini orangnya sangat baik dimata warga, bila orang yang dikenalnya selalu disapa siapapun orang tersebut. Betapa sangat terkejutnya Ali setelah pagi ada mendengar kalau Darmanto dibunuh dengan cara sangat sadis.

“Saya menilai korban pembunuhan ini orangnya sangat baik, saya sangat merasa kehilangan pelanggan saya seperti dia.”Tutur Ali dengan raut muka sedih kepada infobanua Sampit.

Terkait isu kalau korban ini menjual kupon togel, setelah ada warga melihat korban memberikan sejumlah uang. Hal ini dibantah oleh Jupriadi warga Rt.07 Rw.02 bersama  Bahrian, kalau mereka hanya menukar uang kecil kepada korban sebesar 300 ribu sebelum kejadian Minggu, (11-07-2021) sekitar pukul 05.30 WIB lewat belakang rumah.

“Untung saja saya menukar uang tersebut sebelum kejadian, kalau saya datang disitu saat pembunuhan mungkin saya jadi tuduhan tersangka.” Ujar Bahrian mengatakan kepada Jupriadi.

Infobanua Sampit mencoba mendatangi Kades Basirih Hulu,Nuryadi dimana wilayah TKP pembunuhan terjadi. Menurut Nuryadi memang banyak warga mengenal pelaku pembunuh ini, orangnya cepat emosi kalau mau pinjam uang ataupun minta uang kepada warga selalu dengan nada ancaman akan membunuh.

Di tambahkan Nuryadi kalau pelaku ini bukanlah warga asli disini, dari pengakuan pelaku kepada warga sekitar disini pernah tinggal diperusahaan PT.Menteng dan istrinya dari pengakuan pelaku orang desa Sebabi, kecamatan Telawang. Namun setelah warga ingin mengantar istri pelaku kekampung desa Sebabi, malah mengaku tidak ada keluarga disana.

“Info warga kalau pelaku ini boleh dikatakan sering memalak dengan warga suku tertentu, dan apabila tidak dipenuhi selalu dengan nada mengancam.”Ungkap Kades Basirih Hulu ini.

Penulis : Zainal