Cari Bukti Pendukung Kasus Korupsi, Kantor BUMD Nias Selatan Digeledah Tim Pidsus Kejari

  • Whatsapp

Nias Selatan, Infobanua.co.id – Tim Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Nias Selatan, Sumatera Utara, Melakukan penggeledahan dikantor Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Nias Selatan, yang terletak di Kelurahan Pasar, Kecamatan Telukdalam.

Dalam penggeledahan ini, Tim Penyidik berhasil menyita sejumlah dokumen penting.

“iya benar, Rabu kemarin kami menggeledah kantor salah satu BUMD milik Pemkab Nias Selatan”, Ucap Kepala Kejari Nias Selatan melalui Kasi Pidsus (Solidaritas Telaumbanua, SH) Kepada wartawan. Kamis (15/7/2021)

Solidaritas menerangkan bahwa penggeledahan tersebut terkait dugaan korupsi pembelian sebidang tanah oleh BUMD Nias Selatan melalui PT. Bumi Nisel Cemerlang (BNC) pada Tahun Anggaran 2013-2015 dengan pagudana senilai Rp. 22,7 Miliar.

Adapun (lanjut dia) Tujuan dilakukannya penggeledahan adalah untuk mengumpulkan barang bukti pendukung, Karena sebelumnya Tim penyidik masih kekurangan bukti dalam menetapkan para pelaku.

“Berdasarkan surat izin dari Ketua Pengadilan Negeri Medan, secara resmi kita melakukan penggeledahan kemarin di kantor BUMD Nias Selatan. Dalam penggeledahan, tim berhasil menyita sejumlah dokumen yang berhubungan dengan perkara dugaan korupsi dimaksud”, Ujar Solidaritas Kamis (15/7).

Menurut dia, bahwa dalam perkara dugaan korupsi ini pihak BUMD melalui PT. BNC diduga melakukan pembelian tanah tanpa objek lokasi yang jelas dan tanpa dokumen yang sah, serta dalam proses pembeliannya juga diduga telah terjadi penggelembungan harga (mark up).

Sebelum melakukan penggeledahan tim Pidsus telah melakukan ekspos untuk permintaan perhitungan kerugian negara dan juga tengah melakukan pemeriksaan kepada sejumlah saksi-saksi.

Sambung Solidaritas, bahwa pihaknya akan terus memaksimalkan penyidikan agar perkara tersebut tertuntaskan dan menemukan pihak-pihak yang dapat dimintai pertanggungjawabannya.

Sebagai informasi, kasus ini tengah menjadi atensi kejaksaan dan telah masuk ketahap penyidikan. Sebab hingga saat ini belum ada penetapan tersangka. Mengingat kasus ini tengah menjadi atensi Kejaksaan, kata Solidaritas. (Arman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *