Penyekatan Diberlakukan Sektor Non Esensial Dan Esensial Serta Kritikal Diperketat Mulai Hari Ini

  • Whatsapp

Medan, Infobanua.co.id – Sosialisasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat selama tiga hari telah berakhir, mulai hari ini (Kamis 15/07/2021) penyekatan di 15 Titik Pintu Keluar Masuk Kota Medan diberlakukan secara ketat termasuk Pekerja pada Sektor Non Esensial, Esensial, dan Sektor Kritikal.

“Mulai hari ini penyekatan disejumlah ruas jalan yang sudah ditentukan akan dilakukan secara ketat. Diharapakan Warga tetap mematuhi Peraturan PPKM Darurat,” kata Kabid Humas Poldasu Kombes Hadi Wahyudi, Kamis (15/07/2021).

Dia meminta kepada masyarakat untuk mengurungkan niat masuk Kota Medan dan bagi Warga Kota Medan yang tidak punya kepentingan secara urgent agar dirumah saja dan bekerja dari Rumah (Work Form Home).

Menurutnya, penyekatan yang dilakukan untuk membatasi mobilisasi Warga Kota Medan di tengah pandemi Covid-19 yang angka penyebarannya terus mengalami peningkatan.

Diketahui, 15 Titik Penyekatan dan Pengalihan Arus Lalu Lintas diberlakukan selama pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kota Medan.

Berikut 15 Ruas Jalan Kota Medan yang disekat, yakni

– Jalan Sudirman simpang Jalan Diponegoro.

– Jalan Suprapto simpang Jalan Imam Bonjol.

– Jalan Diponegoro simpang Jalan Zainul Arifin.

– Jalan MH Yamin simpang Jalan Merak Jingga (Tugu 66).

– Jalan Pemuda simpang Jalan Palang Merah.

– Jalan Brigjen Katamso simpang Jalan Alfalah

– Jalan Gatot Subroto simpang Manhattan

– Jalan Jamin Ginting simpang Kampus USU

– Jalan SM Raja Simpang Indogrosir
Jalan HM Yamin simpang Aksara.

Sementara Pos Penyekatan/Pemeriksaan, yakni

– Rivera (Jalan SM Raja),

– Pos Penyekatan Simpang Titi Kuning (Jalan Delitua),

– Pos Kampung Lalang (Jalan Gatot Subroto sebelum jembatan),

– Pos Titi Sewa Tembung (Jalan Letda Sujono), dan

– Pos Penyekatan Simpang Tuntungan Jalan Jamin Ginting.

Juru Bicara Poldasu itu menghimbau masyarakat agar mematuhi PPKM Darurat, Fahami sektor Esensial, Non Esensial dan Kritikal.

Dijelaskan, peraturan pelaksanaan PPKM Darurat Sektor Non Esensial 100 Persen Ditutup, atau WFH (Work Form Home) meliputi Belajar Mengajar (Daring/Online), Fasilitas Umum, Kegiatan Sosial Budaya (Sosbud), dan Pusat Perbelanjaan (Mall) ditutup untuk sementara termasuk Pesta Pernikahan ditiadakan.

Untuk Sektor Esensial 50 Persen WFO (Work Form Office) dengan Prokes yang ketat meliputi, Sektor Keuangan, dan Perbankan, Pasar Modal, Sistim Pembayaran,Tekhnologi Informasi dan Komunikasi, Perhotelan, Non Penanganan Karantina, serta Industri Orientasi Ekspor.

Sedangkan untuk Warung Makan, Rumah Makan, Cafe, Pedagang Kaki Lima, laak jalanan) baik dilokasi tersendiri maupun di Mal hanya delivery/take way dan tidak menerima makan ditempat.

Sektor Kritikal 100 Persen bekerja di Kantor (Work Form Office-WFO) dengan melakukan Prokes ketat, meliputi Sektor Energi, Kesehatan, Keamanan, Logistik dan Transportasi, Industri Makanan, Minuman dan Penunjang, Obyek Vital Nasional, Penanganan Bencana, Proyek Strategis Nasional, Konstruksi (Konstruksi & lokasi proyek), Utilitas Dasar (listrik dan air), serta Industri Pemenuhan Kebutuhan Pokok Masyarakat Sehari-hari.

Selain itu, Transportasi Umum dengan memberlakukan 70 Persen Penumpang dengan Prokes ketat.

“Yang harus dilakukan, saat melakukan kegiatan di luar rumah harus mematuhi 5 M (memakai masker, Menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan dan membatasi mobilitas,” pungkasnya.

(William/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *