Apresiasi Kinerja KSAD Andika Perkasa, Kelompok Milenial: Layak Jadi Panglima TNI

  • Whatsapp

infobanua.co.id – Koordinator Penggerak Milenial Indonesia (PMI), M. Adhiya Muzakki memberikan apresiasi terhadap kinerja Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Andika Perkasa.

Menurut Adhiya, TNI angkatan darat di bawah kepemimpinan Andika mengalami lompatan yang cukup signifikan. Adhiya menyoroti upaya TNI angkatan darat untuk terus dekat dan bersama rakyat melalui media sosial.

Adhiya mencontohkan, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa yang menurutnya sangat aktif di Youtube. Bahkan akun resmi YouTube TNI Angkatan Darat diikuti oleh 1 juta lebih subscriber dan sudah ada 2.800 video yang semuanya dikemas dengan baik.

“Jika dibandingkan dengan angkatan lain, angkatan darat di bawah kepemimpinan pak Kasad Andika lebih aktif menyapa rakyat dan dekat dengan rakyat melalui media sosial,” ujar Adhiya saat dimintai keterangan melalui sambungan telepon, pada Jumat (16/7/2021).

Menurutnya, dalam akun YouTube itu tampak sekali aktivitas Kasad Andika Perkasa yang tidak hanya membina prajuritnya tapi juga menyapa rakyat.

“Kinerja harian Kasad bahkan bisa dinilai publik dari akun YouTube, publik bisa mengetahui kerja dan kinerja Kasad lewat informasi yang dibagikan di media sosial,” imbuhnya.

Selain itu, Adhiya menambahkan, selama pandemi Covid-19, Kasad Andika juga sangat aktif berperan sebagai Wakil Ketua Penanganan Covid-19. Kasad Andika juga memastikan RSPAD siaga penuh dan mengirim dokter dokter TNI AD sebagai tenaga harian di rumah sakit darurat Wisma Atlet.

Adhiya menilai, Kasad Andika adalah sosok yang tepat ntuk menggantikan Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahyanto yang akan pensiun pada November 2021 mendatang. Alasannya, Kasad Andika adalah sosok yang komplet lantaran pengalamannya memimpin sejumlah satuan di TNI.

“Pak Kasad Andika pernah di Kopassus, pernah di Kodiklat, pernah jadi Pangdam, pernah jadi Komandan Paspampres, pernah di Penerangan TNI, dan sekarang sebagai Kasad,” jelasnya.

Selain itu, Adhiya membeberkan tiga alasan yang menurutnya bisa menjadi bahan pertimbangan presiden Jokowi nantinya.

Pertama, kata Adhiya adalah usia dan prestasi kerja. Sangat penting untuk menentukan proyeksi masa jabatan Panglima TNI minimal dua tahun ke depan untuk menjaga proses regenerasi. Jika tidak diperhatikan, maka pengalaman menunjukkan beberapa perwira yang cemerlang tidak sempat menjabat karena terhalang seniornya yang belum pensiun.

Kedua, masih kata Adhiya pertimbangan kebutuhan organisasi TNI dalam kurum waktu ke depan sebagai bagian modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista). Sehingga, dibutuhkan sosok dengan kemampuan manajemen tempur dan diplomasi militer yang andal.

Ketiga, pertimbangan perkembangan lingkungan strategis pada tataran global dan regional. Dibutuhkan sosok Panglima TNI yang memiliki dampak penangkalan bagi petinggi militer internasional.

“Penting sekali jika Panglima TNI disegani dunia internasional,” pungkas Adhiya.

ril

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *