Jadi Tersangka Korupsi, Mantan Kepala Desa Hilihoru Ditahan Kejari Nias Selatan

  • Whatsapp
Ilustrasi Kades

Nias Selatan, Infobanua.co.id – Pasca ditetapkan sebagai tersangka, mantan Kepala Desa Hilihoru, Kecamatan Amandraya, berinisial (YH), secara resmi ditahan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Nias Selatan, Sumatera Utara. Tersangka langsung dibawa ke Lapas Telukdalam untuk menjalani penahanan.

Kepala Kejari Nias Selatan melalui kepala seksi tindak Pidana khusus (Solidaritas Telaumbanua, SH) ketika diwawancarai wartawan membenarkan perihal penahanan tersangka (YH) selaku mantan Kepala Desa Hilihoru. Jumat (16/7/2021)

Menurut Solidaritas, Penahanan terhadap tersangka (YH) dilakukan sesuai prosedur berdasarkan Surat Perintah Penahanan dengan Nomor: Print-01/L.2.30/Ft: 01/07/2021, Tanggal 15 Juli 2021.

“iya benar, Bahwa kita telah melakukan penahanan terhadap tersangka (YH) atas dugaan korupsi penyalahgunaan dana desa tahun 2019 ketika dia menjabat sebagai Pj. Kepala Desa Hilihoru. Penahanan itu terhitung tanggal 15 Juli 2020”,Terangnya

Solidaritas membeberkan bahwa penetapan tersangka dan penahanan terhadap Mantan Kades Hilihoru (YH) didasari atas keputusan penyidik yang berhasil menemukan bukti permulaan cukup. Akibat perbuatannya tersebut, negara sangat dirugikan hingga Rp 452.000.000,- (Empat ratus lima puluh dua juta rupiah).

Adapun indikasi penyalahgunaan kewenangan yang dilakukan tersangka yakni :

1) Tanpa alasan yang jelas, Tersangka melakukan penyetoran anggaran Dana Desa ke rekening pribadi miliknya sebesar Rp232.000.000,- (Dua ratus tiga puluh dua juta rupiah).

2) Hingga saat ini proyek pembangunan jalan desa tidak pernah dituntaskan.

3) Dugaan manipulasi terhadap pertangungjawaban gaji para aparatur desa.

4) Sejumlah Belanja barang dan biaya makan minum tidak bisa dipertanggungjawabkan oleh tersangka.

5) Tersangka tidak pernah melakukan penyetoran Pajak.

6) Selama menjabat, Tersangka tidak pernah melibatkan Jajarannya pada setiap kegiatan Desa.

“Tersangka YH dijerat Pasal 2 ayat 1 subs pasal 2 Jo pasal 18 ayat 1, 2, 3 undang-undang RI nomor 20 tahun 2001 dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara”, Katanya
(Arman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *