Seluas 14 Ha Lahan Tanah Yang Diklaim Ismail Fahmi Sebagai Miliknya, Merupakan Tanah Kehutanan Pemprov Sumut

  • Whatsapp

Batubara (Sumut), infobanua.co.id – Ismail Fahmi, (57), Warga Desa Mesjid Lama, Kecamatan Talawi, Kabupaten Batubara yang selama ini mengaku sebagai Pemilik Lahan, seluas 14 Ha yang dikelola oleh Masyarakat atas nama Kelompok Usaha Bersama (KUBE). Ismail Fahmi melaporkan Kepala Desanya, Abdullah Sani akibat memberikan ijin kepada Masyarakat untuk mengelolanya, kini Kepala Desa telah ditahan pihak Kepolisian atas tuduhan Mafia Tanah.

Hal ini diungkapkan Masyarakat Desa Mesjid Lama kepada Kru Media ini saat Dinas Kehutanan Provinsi Sumut datang untuk mengukur dan membuat tapal batas lahan yang menjadi kawasan Kehutanan Pemprovsu.

Saat Pengukuran dan Pemasangan Tapal Batas oleh Dinas Kehutanan, ternyata Lahan seluas 14 Ha yang selama ini yang diklaim oleh Ismail Fahmi adalah miliknya, dan mengaku dibeli dari Pengelola terdahulu dengan menunjukkan kwitansi pembelian, merupakan Lahan yang masuk dalam kawasan Kehutanan Pemprovsu.

Roy Martin, Perwakilan Kehutanan Pemprovsu yang hadir saat pengukuran dan pemasangan tapal batas di Area Lahan tersebut mengatakan, sah sah saja seseorang mengakui pemilik lahan ini, namun harus bertanggung jawab dan bisa menunjukkan surat kepemilikan yang lengkap, beserta alas hak yang jelas.

Kepala Dusun mewakili masyarakat mengatakan, bahwa Kepala Desa mereka saat ini berada dalam tahanan Polres Batubara akibat diadukan oleh Ismail Fahmi terkait pemberian ijin kepada masyarakat untuk mengelolanya, dengan tujuan agar dapat meningkatkan ekonomi warganya.
Namun karena ulah Ismail, Kepala Desa ditahan oleh Polres Batubara, dan saat ini sudah dilimpahkan kepada Kejaksaan Batubara, alias P21.

Tanpa dikomando Puluhan Warga yang hadir disana spontan berteriak mengatakan, “Bebaskan Kades Kami, karena menurut kami Warga, bahwa pelimpahan kasus ini kepada Kejaksaan atau P21 terhadap Kepala Desa Kami, hal itu terkesan dipaksakan,” teriak para Warga.

Warga juga sepakat akan melaporkan Ismail ke Poldasu terkait masalah ini. “Yang pantas dipenjara dan Pelaku Mafia Tanah itu adalah Ismail bukan Kepala Desa kami yang bertujuan baik kepada warga tanpa memikirkan keuntungan apapun bagi dirinya,” ucap salah seorang Warga yang namanya enggan disebutkan.

Saat Kru Media coba mengkonfirmasi Ismail lewat telepon selulernya, Ismail tidak mengakui bahwa dirinya pemilik nomor yang dihubungi tersebut. Hingga berita ini diterbitkan, Ismail belum dapat dikonfirmasi.

(William/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *