Pengurus MKKS SMP/MTs Kota Banjarbaru Pertanyakan PTM

  • Whatsapp

Banjarbaru, infobanua.co.id –  Wakil Wali Kota Banjarbaru Wartono SE terima silaturahmi dan perkenalan dengan Pengurus MKKS SMP/MTs Kota Banjarbaru. Bertempat di Ruang Tamu Utama Wali Kota Banjarbaru. Tampak Ketua Pengurus MKKS SMP/MTs Kota Banjarbaru Undi Sukarya beserta para Pengurus MKKS SMP/MTs Kota Banjarbaru, Senin (19 Juli 2021).

Ketua Pengurus MKKS SMP/MTs Kota Banjarbaru Undi Sukarya menyampaikan, bahwa SMP Negeri di Banjarbaru ada 14, SMP swastanya ada 11 terdiri dari SMP Islam terpadu ada 9, SMP Kristen ada 2 dan MTs nya ada 14.

Menurut Undi Sukarya, terkait masalah PTM (Pembelajaran Tatap Muka) terbatas di sekolah-sekolah memang kita sudah mendapat penjelasan melalui video dari Wali Kota Banjarbaru. Mengenai jadwal PTM di mundurkan.

“Hanya dari para orang tua siswa yang mungkin tidak mendapatkan langsung informasi itu, sehingga kepada pihak sekolah tetap terus menanyakan kegiatan PTM itu kapan dan kapan,” ungkap Undi.

Dikatakan Undi, pihak sekolah telah dilakukan supervisi, begitupula cek kesiapan untuk PTM di sekolah-sekolah. Namun disini kami pihak sekolah belum juga dapat laporan ataupun informasi balik dari satgas Covid-19. Kepada satgas Covid-19 dapat mengecek juga MTs yang ada di Banjarbaru dalam rangka kesiapannya terkait PTM.

“Apakah sekolah kami dinyatakan betul-betul memenuhi syarat-syarat untuk PTM atau tidak. Kalau kami pihak sekolah belum siap ataupun ada kekurangan bisa disampaikan, maka pihak sekolah bisa mempersiapkan kembali apa-apa yang kurang sehingga dapat memenuhi persyaratan dari PTM tersebut,” harap Undi Sukarya.

Sementara Wakil Wali Kota Banjarbaru Wartono SE menyambut baik kedatangan Pengurus MKKS SMP/MTs Kota Banjarbaru dalam rangka silaturahmi dan juga perkenalan dengan dirinya. Terkait PTM yang disampaikan dari Pengurus MKKS SMP/MTs Kota Banjarbaru dan juga orang tua siswa.

Wartono menjelaskan, akan terlebih dulu mendiskusikannya dengan Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru dan juga berkoordinasi serta meminta masukan dari Forkopimda terkait PTM.

“Soalnya kita tidak ingin nantinya ada cluster baru di dunia pendidikan dan keluarga. Karena itu kita juga harus hati-hati dan juga bijak dalam mengambil setiap keputusan terkait PTM ini,” tutur Wartono.

 

Yus/IB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *