Pemkot Blitar, Terjunkan Petugas Untuk Memantau Penyembelihan Hewan Kurban

  • Whatsapp
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Blitar, Rodiyah.

Blitar, Infobanua.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar dalam hal ini Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Blitar, telah menerjunkan empat tim untuk menyembelih hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1442.H/2021.M di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Kota Blitar.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Blitar, Rodiyah, mengatakan, penyembelihan hewan kurban di RPH Kota Blitar dilaksanakan selama tiga hari, mulai hari ini Rabu 21 Juli 2021 hingga Jum’at 23 Juli 2021 mendatang.

“Ada sebanyak empat tim, masing-masing tim terdiri dari empat orang hingga lima orang untuk penyembelihan hewan kurban di RPH Kota Blitar,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Blitar, Rodiyah, Rabu 21-07-2021.

Menurut Rodiyah, RPH menggratiskan retribusi penyembelihan hewan kurban kepada warga masyarakat pada Hari Raya Idul Adha 1442.H/2021.M.

Sedangkan dihari normal, tarif retribusi penyembelihan Sapi di RPH Kota Blitar sebesar Rp 50.000 per ekor.

“Kami menggratiskan retribusi untuk penyembelihan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha,” terangnya.

Masih menurut Rodiyah, pada Hari Raya Idul Adha 1442.H/2021.M ini, sebanyak 113 ekor Sapi dan 35 ekor Kambing dari warga masyarakat yang disembelih di RPH Kota Blitar.

“Jumlah tersebut meningkat bila dibandingkan pada Hari Raya Idul Adha 1441.H/2020.M. Pada hari Raya Idul Adha tahun lalu hanya ada 86 ekor hewan kurban yang disembelih di RPH Kota Blitar,” jlentrehnya.

Lebih dalam Rodiyah menuturkan jika jumlahnya meningkat karena ada anjuran dari pemerintah untuk menyembelih hewan kurban di RPH, karena masih dalam masa PPKM Darurat untuk mencegah penyebaran covid-19.

“Selama tiga hari, per harinya kami targetkan menyembelih 42 ekor hewan kurban Sapi,” tegasnya.

Selanjutnya Rodiyah menjelaskan bahwa, hewan kurban yang akan disembelih di RPH Kota Blitar akan menjalani pemeriksaan kesehatan terlebih dulu.

Setelah disembelih, petugas juga memeriksa kondisi daging dan visera atau jeroan hewan kurban.

“Kami punya program Antimortem Postmortem, (AMPM), Sapi yang datang sebelum disembelih diperiksa kesehatan, suhu tubuhnya, dan kondisi hewannya. Setelah disembelih juga diperiksa kondisi daging dan viseranya,” ungkapnya.

Selanjutnya Rodiyah menjelaskan, pihaknya juga menerjunkan petugas pemantau penyembelihan hewan kurban di warga masyarakat.

“Sebanyak 47 orang petugas yang melakukan pemantauan penyembelihan hewan kurban dilingkungan warga masyarakat. Disetiap Kelurahan ada satu sampai dua petugas yang memantaunya,” pungkasnya. (Eko.B). 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *