PPKM Darurat Dinilai Efektif Turunkan Kasus Baru di Kota Pontianak

  • Whatsapp

 

Pontianak, infobanua.co.id
Meski kini, Kota Pontianak penerapan PPKM Darurat telah berakhir Selasa (20/7/2021), namun hingga saat ini, Kota Pontianak masih berada dalam kategori zona merah, atau tingkat risiko penularan tinggi COVID-19.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, usai menghadiri rapat dalam video converence bersama Satgas COVID-19 pusat, PPKM darurat setelahnya akan diganti sebutan dengan tingkatan level.

Dalam rapat tersebut, Edi mengatakan, Satgas COVID-19 pusat memang meminta agar Kota Pontianak dapat memperpanjang PPKM Darurat ini. Namun pihaknya masih akan melakukan rapat bersama Gubernur Kalbar dan Forkopimda lainnya.

Sesuai arahan bapak Presiden, dan beberapa Menteri, itu kuncinya merubah sebutan. Jadi PPKM tidak darurat, tapi diubah menjadi level 4. Kan ada level 1, 2, 3, 4. Melihat ketertularan di Pontianak, masuk level 4. Tapi sudah agak sedikit ada pengurangan.

“Untuk tanggal 21 hingga 30 Juli, kita menunggu hasil rapat saya dan Pak Gubernur,” jelas Edi, Rabu (21/7/2021).

Dengan diterapkan PPKM Darurat ini, menurut Edi, memang cukup efektif. Ini terlihat dari penambahan kasus konfirmasi yang semula 400 orang, saat ini berangsur menurun, hingga 100 orang per hari.

“(Satgas pusat) menang minta diperpanjang, tapi kepastiannya hari Rabu, karena kita ada perhutungan level, tapi saya berharap bagus. Sekarang kuncinya di rumah sakit, bagaimana pasien berjuang melawan COVID-19. Kasus (baru) COVID-19 sudah menurun, dari 400, lalu 300, menjadi 100 (per hari). Sekarang sudah agak menurun,” paparnya.

Tingkat level sendiri dihitung berdasarkan zona, misalnya level 1 adalah daerah dengan zona hijau, level 2 daerah dengan zona kuning, level 3 daerah dengan zona oranye, dan level 4 daerah dengan zona merah. (jon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *