PPKM di Banjarbaru Mulai 21-31 Juli

  • Whatsapp

Banjarbaru, infobanua.co.id – Penerapan PPKM level III selama sepuluh hari ke depan diputuskan sesuai surat KPC PEN pusat yang menetapkan status Banjarbaru level III penyebaran Covid-19.

Hal ini disampaikan Wali Kota Banjarbaru H M Aditya Mufti Ariffin, Rabu (21/7/2021), dalam rapat tindak lanjut status Banjarbaru yang ditetapkan PPKM level III bersama Forkopimda Banjarbaru dan SKPD terkait di Aula Gawi Sabarataan.
Aditya mengatakan, menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level III sejak tanggal 21-31 Juli 2021 menyusul tingginya kasus penyebaran Covid-19 di kota Banjarbaru.

Dalam rapat berhadir Forkopimda, Ketua DPRD Fadliansyah, Dandim 1006/Banjar Letkol Infanteri Imam Muchtarom, Kapolres Banjarbaru AKBP Doni Hadi Santoso dan Ketua Pengadilan Negeri Benny S. Kadinkes Banjarbaru Rizana Mirza, Kepala Satpol PP Marhain Rahman, Kepala BPKAD, Kepala Pelaksana BPBD serta kapolsek, Danramil hingga Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

Dikatakan wali kota, hampir dua pekan terakhir penyebaran Covid-19 di Kota Banjarbaru meningkat cukup tinggi dilihat dari banyaknya pasien yang datang setiap hari ke RS Idaman Banjarbaru.

“Berdasarkan data setiap hari pasien yang masuk rumah sakit milik Pemkot Banjarbaru itu mencapai 15 sampai 20 orang dan pasien yang meninggal dengan kasus positif Covid-19 bisa tiga hingga empat orang per hari,” terangnya.

Melihat kondisi sekarang terjadi Aditya melanjutkan,  akhirnya Banjarbaru ditetapkan KPN PEN pusat masuk level III penyebaran Covid-19 yang bisa diartikan sebagai daerah zona hitam karena banyaknya kasus dan korban meninggal. Peraturan yang diterapkan saat PPKM level III adalah proses belajar mengajar secara daring (online) 100 persen dan para pekerja industri 50 persen sistem shift.

Selanjutnya kata Aditya, rumah makan dan minum seperti kafe boleh buka, namun hanya bisa pesan antar, dan warung lapak jalan atau Pedagang Kaki Lima (PKL) diizinkan buka dengan menggunakan protokol kesehatan lebih ketat sesuai perda. Penerapan PPKM level III akan lanjut ke camat dan lurah agar dapat menerangkan ke masyarakat mengerti  jika ada razia terkait PPKM maka tidak ada lagi alasan tidak mengetahui  karena sudah disosialisasi.

“Mal dan pusat perbelanjaan diperbolehkan buka hingga pukul 17.00 WITA sedangkan untuk pasar tradisional tetap diizinkan buka namun wajib memperketat prokes yang akan diatur dalam perda,” ungkap Aditya.

Dijelaskan Aditya, fasilitas umum ditutup total sementara termasuk kegiatan sosial, masjid tidak menggelar shalat berjemaah, dan kapasitas penumpang transportasi umum dibatasi, hanya 75 persen termasuk waktu operasional.

Yus/IB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *