Sejak PPKM Darurat, Penumpang Bus di Terminal Patria Kota Blitar, Turun Dratis

  • Whatsapp
Petugas ketika memeriksa surat syarat penumpang.

Blitar, Infobanua.co.id – Semenjak dilaksanakan PPKM Darurat pencegahan penyebaran Corona Virus Disease-2019 (covid-19), jumlah penumpang di Terminal Bus Tipe A Patria Kota Blitar turun sangat signifikan.

Kepala Terminal Bus Tipe A Patria Kota Blitar, Verie Sugiharto, mengatakan, jumlah penumpang baik yang turun maupun jumlah penumpang yang berangkat turun hingga 80 porsen.

“Selama pelaksanaan PPKM Darurat, jumlah rata-rata baik penumpang berangkat dan datang di Terminal Bus Patria Tipe A Kota Blitar, sekitar 400 orang per hari,” kata Kepala Terminal Bus Tipe A Patria Kota Blitar, Verie Sugiharto, Selasa 20 Juli 2021.

Menurut Verie, untuk jumlah rata-rata penumpang pada bulan Juni 2021 mencapai 1.700 orang per hari.

Sedang jumlah Bus yang datang dan berangkat pada bulan Juli 2021 ini juga lebih sedikit dibandingkan pada bulan Juni 2021 yang lalu.

Jumlah rata-rata bus yang datang dan berangkat pada Juli 2021 hanya sekitar 100 unit. Sedang pada bulan Juni 2021, jumlah rata-rata Bus datang dan berangkat sekitar ada 250 unit.

“Semisal pada Senin 19 Juli 2021, Bus yang datang hanya 51 unit dengan jumlah penumpang 257 orang. Sedang jumlah Bus berangkat hanya 43 unit dengan jumlah penumpang sebanyak 164 orang,” jlentrehnya.

Masih menurut Verie, turunnya jumlah penumpang ini sejalan dengan pelaksanaan PPKM Darurat yang membatasi mobilitas warga masyarakat untuk mencegah dan memutus penyebaran covid-19.

“Selama pelaksanaan PPKM Darurat, calon penumpang Bus harus memenuhi beberapa persyaratan yang sudah ditentukan oleh Pemerintah,” ungkapnya.

Lebih dalam Verie menjelaskan salah satu syarat, penumpang Bus jarak jauh harus menunjukkan sertifikat vaksin maupun hasil test swab antigen atau test swab PCR.

Sedangkan kapasitas penumpang Bus jarak jauh dalam provinsi juga dibatasi maksimal hanya 50 porsen, guna menerapkan jaga jarak.

“Jumlah penumpangnya turun berarti kami ikut mensukseskan PPKM Darurat. Sebab Pelaksanaan PPKM Darurat memang untuk membatasi mobilitas warga masyarakat untuk mencegah penyebaran covid-19,” pungkasnya. (Eko.B) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *