Terdampak Dari PPKM Darurat, 15 Pasar Tradisional Di Rembang Anjlok 40 persen Omzetnya

  • Whatsapp
Para pedagang di Pasar tradisional di Kabupaten Rembang menjerit, omzetnya anjlok 40 persen sejak diterapkanya PPKM darurat.

Rembang, Infobanua.co.id – Dampak dari diberlakunya PPKM darurat berakibat anjloknya omzet di 15 pasar tradisional di Kabupaten Rembang Jawa Tengah.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM ( Usaha Kecil Menengah) (Dinindagkop UKM) Rembang melalui Plt ( pelaksana tugas) Kepala Bidang Pasar Setyo Budi Hutomo kepada awakmedia mengatakan, bahwa saat ini beberapa pedagang memilih tutup salama PPKM Darurat berlangsung.

“Sedangkan beberapa yang lain ada yang tetap buka dengan tetap mengikuti pembatasan jam operasional pasar, yakni hingga pukul 14.00 WIB dan harus tutup tiap hari Jumat” Ucap Setyo.

Lebihlanjut Setyo menjelaskan, bahwa tidak sedikit pedagang yang beralih berjualan secara online.

” Saat ini pihaknya tengah membantu para pedagang memasarkan dagangannya melalui platform media sosial” Beber Setyo.

“Termasuk langkah yang kami lakukan salah satunya ya ikut membantu pemasaran secara online di UMKM, juga kami sarankan untuk menurunkan target,” Tambah Setyo.

Setyo Budi Hutomo mengaku pihaknya menerima banyak keluhan dari para pedagang. Rata-rata meminta kelonggaran terkait jam operasional dan hari buka.

“Aturan-aturan itu kan sedianya mengikuti SE ( surat edaran) Bupati, sebagai upaya menekan angka Covid-19. Tapi dampaknya bagi pedagang ya agak menyulitkan kalau dari sisi omzet. Kita sama-sama berharap situasinya bisa segera normal kembali agar kondisi ekonomi kembali pulih,” Harap Setyo.

Seperti diketahui, Sejak PPKM Darurat diberlakukan 3 Juli 2021 lalu, omzet di 15 pasar tradisional Rembang turun hingga 40 persen. Dari yang per minggu menyentuh Rp3,5 juta selama PPKM Darurat hanya memperoleh Rp2,7 juta.

15 pasar tradisional yang dimaksud antara lain, pasar Rembang, Sumber, Sulang, Tegaldowo, Lasem, Babagan, Jolotundo, Pamotan, Sedan, Gandrirejo, Wonokerto, Magersari, Sarang, Kragan, dan pasar Pandangan. ( WN- Cahyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *