Tim DKPP Kota Blitar, Temukan Hewan Kurban Terjangkit Cacing Hati dan Pneumonia

  • Whatsapp
Tim DKPP memeriksa hati hewan kurban di RTH Kota Blitar.

Blitar, Infobanua.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar, melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar, menginformasikan, jika Tim Bidang Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Blitar telah menemukan puluhan ekor hewan kurban terjangkit penyakit cacing hati ketika dipotong pada Hari Raya Idul Adha 1442 H/2021 M.

Kepala DKPP Kota Blitar, melalui Kabid Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Blitar, Dewi Masitoh, mengatakan, data sementara Bidang Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Kota Blitar, mencatat ada 75 ekor Sapi dan 59 ekor Kambing yang terjangkit penyakit cacing hati dari hasil pemantauan pemotongan hewan kurban, pada hari Rabu 21 Juli 2021.

“Selain itu, tim juga menemukan dua ekor Sapi dan 36 ekor Kambing terjangkit penyakit pneumonia,” kata Kabid Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Blitar, Dewi Masitoh, Kamis 22-07-2021.

Menurut Dewi Masitoh, bahwa data sementara jumlah pemotongan hewan kurban di Kota Blitar pada Hari Raya Idul Adha 2021 ada sekitar 1.178 ekor.

Sedang umlah hewan kurban tersebut terdiri dari 313 ekor Sapi dan 865 ekor Kambing.

“Dari hasil pemantauan sementara, kami telah menemukan 75 ekor Sapi dan 59 ekor Kambing terjangkit penyakit cacing hati,” terangnya.

Masih menurut Dewi, selain penyakit cacing, tim juga menemukan penyakit Pneumonia pada dua ekor Sapi dan 36 ekor Kambing.

“Kami telah melakukan pemantauan pemotongan hewan kurban baik di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) maupun di lingkungan warga masyarakat,” jlentrehnya.

Selanjutnya Dewi menjelaskan, daging hewan kurban yang terjangkit penyakit cacing hati tetap aman dikonsumsi warga masyarakat.

“Dagingnya tetap aman dikonsumsi. Tapi organ hati yang terkena penyakit kami sisihkan untuk tidak dikomsumsi,” pungkasnya. (Eko.B) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *