Ini Harapan Kepala BI Kalsel pada Acara Road to Fesyar Kawasan Timur Indonesia 2021

oleh -4 views
foto: ist/eddy

Banjarmasin – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Amanlison Sembiring dalam kata sambutannya di acara “Road to Fesyar KTI 2021” yang bertemakan “Bersinergi membangun ekonomi dan keuangan syariah untuk memperkuat momentum pemulihan ekonomi banua”

“Pandemi Covid 19 telah memberikan tantangan yang luar biasa bagi perekonomian Indonesia dan dunia. Pandemi Covid 19 yang menghantam perekonomian telah memaksa ekonomi di banyak negara termasuk Indonesia terkontraksi serta mengganggu rantai pasok global.

Kata Amanlison, pandemi mendorong banyak negara untuk mengoptimalkan potensi ekonomi yang dimilikinya melalui transformasi ekonomi. Transformasi ekonomi dapat memperkuat struktur perekonomian nasional untuk tumbuh tinggi dan berkelanjutan melalui penguatan sector unggulan, termasuk pengembangan ekonomi dan keuangan Syariah. Sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru. Terlebih di tengah implementasi bauran kebijakan nasional akibat pandemi Covid 19, kinerja ekonomi syariah secara umum tumbuh lebih baik jika dibandingkan perekonomian nasional.

“Jika diwakili oleh sektor prioritas dalam pengembangan ekosistem halal value chains, yaitu sektor pertanian, makanan halal, fesyen muslim, dan pariwisata ramah muslim; kontraksi ekonomi syariah Indonesia pada 2020 mencapai -1,72% (yoy), tidak sedalam ekonomi nasional yang mencapai -2,07% (yoy),” katanya.

Amanlinson berkata, prinsip dasar ekonomi syariah yang pada dasarnya mendorong optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang akan selalu berujung pada aktivitas ekonomi riil secara produktif dan seimbang. Ekonomi syariah mengedepankan kemitraan yang berkeadilan, mencegah spekulasi non-produktif yang dapat memicu ketidakstabilan, serta memandang kelestarian alam sebagai amanah yang harus dijaga.

“Karena itu, pengembangan ekonomi dan keuangan syariah nasional menjadi bagian penting dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Pertumbuhan ekonomi dan keuangan Syariah nasional dapat tercermin dari data Statistik Perbankan Syariah Otoritas,” ungkapnya.

Jasa Keuangan, lanjut dia, pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah nasional dapat tercermin dari data Statistik Perbankan Syariah Otoritas Jasa Keuangan terkait Pembiayaan Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah di Bulan April 2021 yang tumbuh sebesar 7,96% (Ytd) menjadi 388,69 Triliun.

Perkembangan ekonomi syariah juga tercermin dari data pangsa sektor Halal Value Chain terhadap pertumbuhan ekonomi domestik sebesar 24,86% di tahun 2020, melanjutkan tren peningkatan selama 4 tahun terakhir.

“Bank Indonesia bersama Pemerintah dan otoritas terkait lainnya terus bersinergi dalam mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah melalui kebijakan pengembangan ekonomi syariah nasional yang semakin fokus, ditandai dengan penetapan peraturan presiden No. 28 tahun 2020 tentang Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS),” ujarnya.

Amanlinson berkata, Bank Indonesia memiliki visi untuk mendukung terwujudnya Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan Syariah global melalui pengembangan 3 pilar utama: Pilar pertama adalah Pemberdayaan Ekonomi Syariah dengan strategi utama pengembangan ekosistem halal value chain. Pilar kedua adalah Pendalaman Pasar Keuangan Syariah yang bertujuan untuk meningkatkan sumber pembiayaan syariah untuk perekonomian, baik melalui keuangan komersial maupun sosial syariah, ataupun integrasi keduanya. Terakhir, pilar ketiga adalah Penguatan Riset, Asesmen, dan Edukasi yang bertujuan untuk meningkatkan literasi dan pemahaman masyarakat terhadap ekonomi dan keuangan syariah.

“Kegiatan “Road to Fesyar KTI 2021” pada pagi hari ini merupakan implementasi program ekonomi syariah Bank Indonesia di Kawasan Timur Indonesia yang mendukung pilar Penguatan Riset, Asesmen, dan Edukasi. Fesyar atau Festival Ekonomi Syariah adalah event syariah terbesar di Indonesia yang terdiri dari Sharia Economic Forum dan Sharia Fair,” katanya.

Dalam menyemarakkan kegiatan “Road to Fesyar KTI 2021”, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyelenggarakan sharia economic forum secara virtual terkait Model Pemberdayaan Ekonomi Produktif melalui Optimalisasi Dana Ziswaf (Zakat, Infaq, Shodaqoh, dan Wakaf); diseminasi laporan ekonomi dan indeks literasi Syariah, dan kegiatan edukasi ekonomi dan keuangan Syariah.

BI juga mengadakan sharia fair melalui pameran UMKM dan Pondok Pesantren yang akan dilaksanakan pada tanggal 23 – 24 Juli 2021 di Duta Mall, Banjarmasin.

Melalui kegiatan “Road to Fesyar KTI 2021”, kami berharap dapat mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah di Kalimantan Selatan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Sebagai informasi, UMKM Kalimantan Selatan yang mengikuti sharia fair pada hari ini merupakan UMKM unggulan yang telah lulus kurasi Industri Kreatif Syariah Indonesia (IKRA), antara lain, Duan Sasirangan, Geliat Tenun Pagatan, Refa Gallery, Casheila Creative, dan Kukis Talipuk Wadaikoe.

Juga, 2 UMKM unggulan Kalimantan Selatan, yaitu Refa Gallery dan Kukis Talipuk Wadaikoe, telah lulus kurasi untuk mengikuti pameran di Singapura dalam kegiatan Program Akselerasi UMKM Berorientasi Ekspor (PAMOR BORNEO) di Singapura pada tanggal 28 Juli – 18 Agustus 2021;

ang