Memutus Mata Rantai Terorisme Jangan Hanya di Lakukan Pada Jaringannya Saja

oleh -64 views

Jakarta, infobanua.co.id – Dalam memutus mata rantai terorisme tidak hanya terfokus pada jaringan terorismenya itu sendiri namun berbagai aspek juga harus di perhatikan,mulai dari pendanaan jaringan terorisme,edukasi dan pengaruh secara global.

Anggota Komisi III DPRRI Heru Widodo saat Rapad Dengar Pendapat Komisi III DPR dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), mengatakan,”Kita perlu mewaspadai soal pendanaannya,kalau perlu di audit misalnya banyaknya kota kotak amal yang tersebar di beberapai gerai”.

“Harus tetap kita waspadai,karena memutus mata rantai terorisme ini tidak hanya jaringannya saja tetapi juga memutus pendanaannya.”tegas Heru, di Jakarta Rabu (15/9/2021).

Selain itu Heru juga meminta BNPT untuk melakukan edukasi tidak hanya pada rasa Nasionalme dalam pencegahan paham radikal dan terorisme,namun pemahaman ajaran ke agamaan juga perlu di perhatikan.

“Radikalisme tidak ada hubungannya dengan agama,tetapi perlu di ingat mereka melakukan radikalisme atas nama agama.Maka kemudian bukan hanya sekedar kita memberikan edukasi Nasionalisme dan sebagainya,bukan hanya itu.Tapi juga di berikan pemahaman soal agama yang baik dan benar,”kata Legislator asal Provinsi Kalimantan Selatan II tersebut.

Untuk melakukan pemahaman soal keagamaan yang baik dan benar BNPT di minta untuk melakukan kerjasama dengan organisasi keagamaan.

‘Maka perlu di butuhkan kerjasama dengan organisasi organisasi keagamaan,karena yang bisa menjelaskan ajaran agama yang baik dan benar adalah para kiai,”tukas Heru.

Selain itu Heru Widodo juga meminta BNPT memperhatikan perubahan dan pengaruh global terutama sekali pasca penguasaan Taliban atas Afganistan,yang dapat memicu kemunculan radikalisme dan terorisme.

“Ini mulai muncul lagi gerakan radikalisme,ini pemicunya Taliban menguasai Afganistan ini muncul lagi baik di sosial media bahkan fisik juga ada,”tegas Heru.

Setelah Taliban menguasai Afganistan ada muncul penangkapan sekitar 54 orang,ini kemudian muncul gerakan gerakan baru yang mungkin selama ini tersembunyi,ini perlu di persiapkan langkahnya seperti apa dan bagaimana langkah langkah pencegahannya,pungkas Heru Widodo.

indra

No More Posts Available.

No more pages to load.