Diduga Kambuh Seorang ODGJ di Kab.Blitar Bakar Rumah Warga

Blitar, Infobanua.co.id – Warga Kecamatan Binangun geger, gegara diduga kambuh, ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA (ODGJ) bernama Pranoto (50), warga Dusun Tambakrejo, Desa Ngadri, Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar, membakar rumah milik Mukani (55) dan membancok Suparman (55).

Akibat ulah pelaku, Suparman kritis sedangkan rumah korban ludes habis terbakar, Selasa, 30 November 2021 malam.

Salah satu saksi Muntakib, mengatakan, kejadian tersebut bermula saat pelaku yang datang ke rumah korban sekitar pukul 19.30 WIB. Pelaku membawa bahan bakar premium dan langsung di siramkan ke sepeda motor milik korban, kemudian membakarnya.

“Karena pelaku merupakan ODGJ, warga masyarakat-pun menjauh. Tidak lama kemudian, api menjalar ke rumah korban hingga membesar,” kata Muntakib.

Menurut Muntakib, setelah membakar sepeda mitor dan rumah Mukani, warga melaporkan ke Polisi.

Kemudian polisi segera datang langsung ke lokasi, berusaha menangkap pelaku.

Pelaku sempat bersembunyi di dalam rumah dalam kondisi lampu di matikan, sehingga warga dan petugas sempat khawatir. Terlebih ODGJ tersebut sudah pernah membunuh dua orang warga sekitar.

“Begitu rumah pelaku di dobrak, pelaku bawa arit, kemudian warga berhamburan, naas korban Suparman jatuh, oleh pelaku langsung di bacok mengenai leher dan tubuh korban,” jlentrehnya.

Lebih dalam Muntakib menuturkan, korban mengalami luka parah dan kritis akibat sabetan sabit tersebut.

Selanjutnya oleh warga masyarakat dan petugas di larikan ke Rumah Sakit, sedangkan warga lain berusaha menangkap pelaku.

“Pelaku sangat membabibuta sambil membawa sabit, jadi warga berlarian karena takut,” ungkapnya.

Sementara Kasi Humas Polres Blitar, Iptu Udiyono, mengatakan, pelaku berhasil di amankan sekitar pukul 03.00 WIB.

Pelaku langsung di larikan ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lawang. Sedangkan korban pembacokan kritis dirawat di rusah sakit Ngudi Waluyo Wlingi.

“Pelaku ODGJ sudah di rujuk di RSJ Lawang, akibat ulah pelaku, korban kebakaran rumah di perkirakan mengalami kerugian sebesar Rp 300 juta,” punkasnya. (Eko.B).

Total
0
Shares
Related Posts