Resmob Polda Gelandang Operator dan Penjaga Keamanan SPBU Tanetea

Gowa, infobanua – SPBU Tanetea terletak pada wilayah Desa Bontosunggu, Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan dengan nomor registrasi 7492179 kembali kedapatan saat melakukan penjualan BBM bersubsidi jenis solar dengan cara mengisi melalui jerigen ukuran 33 liter atau 35 liter per satu jerigennya.

Pada hari minggu malam Senin (14/10/21), nasib naas yang menimpa Operator dan Penjaga keamanan SPBU Tanetea beserta pemilik kendaraan roda empat jenis pick up dan roda empat jenis Avanza bersama beberapa orang yang hadir malam itu.

 

Pada malam itu adapun jumlah yang di amankan tersebut sebanyak 10 orang, 1 sekuriti/penjaga keamanan SPBU inisial ( R ), 1 orang operator inisial (T) , 1 orang pemilik kendaran pick up inisial ( DT ), 1 orang pemilik kendaraan Avanza bersama 5 orang yang lainnya dan cergen kurang lebih 30 buah.

Malam tersebut, mereka (operator) dan Penjaga keamanan SPBU diamankan oleh Resmob Polda dan pemilik cergen dan selanjutnya di gelandang di posko Resmob Polda jalan Fireflies Hertasning Makassar.

Menurut keterangan didapatkan Media infobanua saat konfirmasi ke Operator inisial (T), membenarkan hal tersebut bahwa pada malam itu (senin 14/10) saat pengisian melalui cergen, tiba-tiba ada satu mobil warna putih masuk ke area SPBU Tanetea, sementara 1 orang turun dari mobil dan kemudian mengarah kepadanya.

 

” Iya, pada malam itu ada mobil putih singgah di SPBU, kemudian satu orang turun dari mobil lalu mendekati saya sementara anggota lainnya mendatangi penjaga keamanan dan pemilik kendaraan

” Handphone milik saya kemudian di ambil/sita termasuk juga Handphone penjaga SPBU dan juga handphone pemilik mobil pick up, Avanza dan beberapa orang lainnya yang ada pada malam itu di SPBU Tanetea,” terang ( T ) kepada media ini

Tak lama kemudian, lanjut ( T ), kami semua disuruh naik ke mobil kemudian di bawalah kami turun ke Makassar, nanti tiba ditempat tujuan, baru saya tau ternyata anggota Resmob Polda yang mengambil kami malam itu.

Tak sampai disini keterangan dihimpun media ini, ( T ) menambahkan, pada malam itu saya juga membawa uang harga solar sebanyak Rp. 14 juta, tapi sebelum ada pengisian cergen masuk.

“Iya, saya kantongi uang harga solar sebanyak Rp. 14 juta itu harga pembelian solar sebelum saya mengisi cergen

Setelah sudah pagi, lanjut kata ( T ), saya di suruh menelpon pengawas dan penanggung jawab SPBU, selanjutnya saya telpon mereka untuk dapat menemui saya dan penjaga keamanan dan kemudian menghadap kepada anggota Resmob Polda yang menahan kami malam itu

“Saya di suruh menelpon, tapi handphone hanya di taruh di atas meja dan harus di speaker agar anggota yang menyuruh saya dapat mendengarkan komunikasinya

“Saya boleh pulang atau bebas apabila dapat memenuhi permintaan anggota yang menahan kami, dengan nilai permintaan tinggi, tapi kami hanya dapat menyanggupi sebesar Rp. 14 juta saja,” ucap ( T ), saat dimintai keterangannya.

Tak hanya itu, ( T ) menambahkan pula, seandainya Rp. 50 juta saya bayar, lebih baik saya di tahan saja, karena dimana saya bisa mendapatkan uang sebanyak itu sementara saya masih ada cicilan motor.

“Ini lagi Rp. 14 juta saya bayar, gaji tiap bulan saya di SPBU harus terpotong untuk melunasinya bersama penjaga keamanan SPBU, ” ujarnya

Ditempat terpisah, penjaga keamanan SPBU inisial ( R ), saat dikonfirmasi media ini, membenarkan adanya anggota Resmob Polda yang datang malam itu

“Benar, malam itu 14/10/21 ada satu mobil singgah di SPBU tapi saya tidak tahu kalau itu anggota Resmob Polda yang datang

“Handphone milik saya langsung di ambil/sita begitu pula dengan handphone yang lain, pemilik mobil pick up dan Avanza. Selanjutnya kami semua disuruh naik ke mobil dan di bawah turun ke Makassar, ” ucap ( R )

Media ini kembali menanyakan terkait pembayaran Rp. 14. juta, untuk bebas atau boleh pulang, ( R ) juga membenarkan bahwa pihak SPBU harus menebusnya atau membayar permintaan anggota yang menangkap pada malam itu

“Iya, dari pihak SPBU yang datang yakni pengawas dan penanggung jawab SPBU, kemudian menemui anggota yang menahan kami

“Nanti kami boleh pulang atau bebas setelah memenuhi Rp. 14 juta, seandainya tidak, mungkin saya dan operator belum bisa pulang,” jelas ( R ) saat di konfirmasi.

Sementara inisial DT pemilik mobil pickup saat di konfirmasi 22/11 membenarkan bahwa pada malam itu DT juga ikut di ambil sekaligus cergen miliknya sebanyak 40 buah juga turut di bawah turun posko Resmob Polda jalan fireflies Hertasning makassar.

” Iya pak, bosku dulu yang bayarkan senilai Rp. 15 juta, saya ndak bisa pulang kalau belum bayar

” Sementara cergen juga ikut di amankan 40 buah, ada sebagian yang sudah terisi solar, jelas kata DT saat di konfirmasi media ini.

Atas layangnya berita ini belum ada konfirmasi balik dari Kanit Jatanras Resmob Polda,” AKP Dharma Negara.

 

Total
0
Shares
Related Posts