Media Terverifikasi Dewan Pers
RedaksiPrivacy Policy

BIN Daerah Kalsel Kembali Gelar Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun

banner 120x600
banner 468x60

Amuntai, infobanua.co.id – Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Kalimantan Selatan (Kalsel) kembali melaksanakan vaksinasi anak usia 6-11 tahun. Dalam kegiatan ini, Binda Kalsel menargetkan sasaran ribuan jiwa yang tersebar di beberapa titik di Kalsel salah satunya yang dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 23 Amuntai.

Kepala BIN daerah (Binda) Kalsel Brigjen Pol. Dr. Heri Armanto Sutikno melalui Koordinator Wilayah (Korwil) BIN HSU Purnomo mengatakan anak usia 6-11 tahun adalah usia rentan terpapar covid-19 yang juga harus dilindungi melalui pemberian vaksin.

banner 325x300

“Anak-anak harus dilindungi kita lindungi apalagi anak-anak adalah aset masa depan. Selain itu untuk menjamin keamanan mereka saat Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dilakukan,” ucapnya. Kamis (24/2/2022)

Lebih lanjut ia mengatakan perlu gotong royong dengan banyak pihak untuk mengatasi meluasnya penyeberan Covid-19.

“Perlu sinergi dari semua pihak untuk mensukseskan program pemerintah dalam hal ini vaksinasi anak usia 6-11 tahun, baik pemerintah maupun masyarakat harus saling gotong royong agar pelaksanaannya cepat dan penyebaran covid-19 bisa diatasi,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Sekolah MIN 23 HSU Mahani mengaku bersyukur atas terselenggaranya vaksinasi terhadap siswa-siswi nya.

“Semoga anak-anak terhindar dari covid-19 ataupun omicron, sehingga anak-anak bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka yang memudahkan para tenaga pendidik untuk memberikan pelajaran secara optimal,” ucapnya. [16.46, 24/2/2022] Marfai Amuntai: AMUNTAI – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) H Husairi Abdi menekankan agar berbagai program dan kegiatan dapat benar-benar diprioritaskan untuk mengatasi berbagai masalah di Kabupaten HSU mulai dari masalah kemiskinan, pengangguran hingga  mengoptimalkan potensi lokal.

Hal ini disampaikannya saat membuka secara resmi Forum Konsultasi Publik penyusunan Dokumen Rencana Pembangunan Daerah (RPD)Tahun 2023-2026, dan Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2023, yang digelar di Gedung Agung. Kamis (24/2/2022)

“Sekarang ini daerah kita kabupaten HSU masih terdapat permasalahan kemiskinan yang relatif cukup besar, masih adanya permasalahan pengangguran dari angkatan kerja yang tersedia, rendahnya indeks pembangunan manusia (IPM) daerah kita dibanding provinsi maupun nasional, terbatasnya infrastruktur khususnya yang dapat mengakses daerah-daerah yang terpencil, kondisi perekonomian daerah yang belum optimal dalam menggali potensi lokal yang kita miliki, dan berbagai permasalahan lainnya, khususnya pandemi global yang diakibatkan oleh virus corona yang kita sendiri belum tahu kapan akan berakhir” Kata Husairi di hadapan pejabat dan jajaran SKPD dilingkungan Pemkab HSU

Lebih lanjut, Ia berharap forum konsultasi publik ini akan menghasilkan berbagai rencana kebijakan yang dapat mengatasi permasalahan tersebut.

“Mengingat kemampuan anggaran yang sangat terbatas, maka kiranya forum ini dapat memuat berbagai program dan kegiatan yang benar-benar prioritas dengan besaran pembiayaan yang wajar sehingga manfaat yang diperoleh akan efektif dan efisien sesuai apa yang telah diprogramkan, serta efisien dalam penggunaan alokasi anggaran” Imbuhnya

Selain itu, Husairi juga berharap agar seluruh SKPD yang terlibat dapat memantapkan rencana kerjanya, baik Rencana Strategis Daerah (Renstra) SKPD maupun Rencana Kerja (Renja) SKPDnya, sebagai acuan dalam penyusunan APBD di tahun anggaran 2023 hingga APBD tahun 2026 yang akan datang.

Disamping SKPD sebagai pemangku kepentingan di daerah, ia mengajak kepada para peserta dari lembaga masyarakat, lembaga swasta dan dunia usaha, agar dapat berpartisipasi lebih jauh dalam pembangunan di kabupaten HSU.

“Baik itu bidang ekonomi yang lebih berkualitas, menciptakan lapangan kerja, hingga berinvestasi dalam menumbuhkan dunia usaha, hingga dibidang sosial agar menciptakan kabupaten HSU yang lebih kondusif sebagai daerah yang bernuansa islami, aman, damai, dan berbudaya.” Kata Husairi

Karena keterbatasan keuangan dan belanja daerah, ia juga mengingatkan agar lebih mendahulukan hal-hal yang mendesak dalam hal menjawab berbagai permasalahan yang terjadi di daerah untuk mendapat prioritas anggaran.

Fai/IB

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *