Wali Kota Banjarmasin Angkat Ratusan Guru Honorer jadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja

BANJARMASIN – Kesejahteraan tenaga pendidik di Kota Banjarmasin semakin ditingkatkan, hal itu bercermin pada insentif yang diberikan oleh Pemerintah Kota Banjarmasin kepada ribuan guru honorer yang mengalami kenaikan.
Terbukti sejak tahun 2018 insentif itu terus mengalami kenaikan, sebut saja di tahun tersebut para guru honorer hanya mendapatkan Rp 600 ribu hingga Rp 800 ribu, angka ini terus naik hingga saat ini.
Wali Kota Banjarmasin, H. Ibnu Sina mengakui bahwa pihak Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Pendidikan selalu mengupayakan yang terbaik untuk kesejahteraan guru honorer, termasuk soal insentif. “Waktu kami masuk pemko honor guru ini Rp 600 ribu, saat ini guru honor terima gaji Rp. 1.7 juta, alhamdulillah,” kata H Ibnu Sina.
Ia memaparkan insentif guru honorer di Kota Banjarmasin terbagi menjadi dua, terdiri dari honorer K2 sebesar Rp 1,7 Juta dengan jumlah sekitar 80-an orang, dan honorer biasa sebesar Rp 1,3 juta dengan jumlah 1200-an tenaga pendidik. “Tahun 2022 ini naik insentif honorer, dari 1,6 juta dan 1,2 juta, saat ini menjadi 1,7 juta dan 1,3 juta,” katanya.
Diketahui Data untuk insentif bantuan operasional sekolah daerah (BOSDA) Tahun 2018 besarannya Rp 800ribu, Angka ini naik pada tahun 2019 menjadi Rp 900ribu, kemudian pada tahun 2020 terjadi kenaikan lagi senilai Rp 1,1juta, selanjutnya tahun 2021 sebesar 1,2 juta dan tahun ini yakni 2022 naik lagi menjadi Rp 1,3 juta.
Ucapan terimakasih dan rasa syukur pun berdatangan dari sejumlah guru honorer karena pada masa kepemimpinan Ibnu Sina – Arifin Noor, ratusan guru honorer bisa mendapatkan pengangkatan dan jenjang karir lebih baik lagi melalui program Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Salah satunya, Ratna Nugraheni, Wanita berusia hampir 5 dekade ini sudah mengabdikan diri pada dunia pendidikan selama 22 tahun, Ia mengajar di SMPN 13 Alalak Utara.
Ratna begitu sapaan akrabnya, terus berjuang untuk mendapatkan status kepegawaian sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Namun, sayang upayanya itu tidak membuahkan hasil yang diharapkan. Karena mengalami kegagalan hingga delapan kali mengikuti tes CPNS.
Bahkan ia menjajal peruntungannya ke Provinsi tetangga yakni Kalimantan Tengah untuk ikut tes kepegawaian negeri tersebut. “Apa boleh buat, saya sudah berjuang dan bekerja keras, tapi nasib ulun (saya) berkata lain,” ungkapnya.
Akan tetapi, pada tahun 2022 ini, guru yang mengajar mata pelajaran PPKN itu merupakan salah satu dari sembilan ratus lebih tenaga pendidik honorer yang lulus menjadi PPPK Kota Banjarmasin. “Terimakasih dimasa kepemimpinan Ibnu Sina – Arifin Noor, ratusan guru honorer bisa mendapatkan pengangkatan dan jenjang karir lebih baik lagi,” singkatnya. rel
Total
0
Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published.

Related Posts